Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Amerika Paling Banyak Tampung Produk Ekspor Nonmigas Jateng

Gubernur Ganjar Pranowo melepas truk kontainer pengangkut produk perikanan Jateng yang akan diekspor. (MURIANEWS/Istimewa)

MURIANEWS, Semarang – Amerika Serikat menjadi negara paling banyak menyerap produk ekspor nonmigas dari Jawa Tengah. Sepanjang Januari hingga Agustus 2021 total ekspor nonmigas dari Jawa Tengah mencapai USD 6.273,54 juta.

Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah mencatat, ada lima negara tujuan ekspor nonmigas. Yakni Amerika Serikat, Jepang, Tiongkok, negara-negara Uni Eropa dan Asean.

Koordinator Fungsi Statistik Distribusi BPS Jateng Arjuliwondo dalam siaran persnya menyatakan, Amerika sebagai pasar terbesar, karena menyumbangkan perdagangan luar negeri senilai USD 2.498,71.

“Kemudian disusul dengan Jepang senilai USD 571,17 juta, dan Tiongkok USD 432,00 juta,” katanya.

Komoditas ekspor utama yang diserap Amerika adalah pakaian dan asesorisnya baik rajutan maupun non rajutan. Kemudian perabot, lampu dan alat penerangan lain.

Kemudian Jepang komoditas ekspor nonmigas dari Jateng yang paling banyak terserap yakni mesin dan perlengkapan elektronik, serta pakaian dan asesoris.

”Untuk Tiongkok komoditas utama ekspor adalah kayu dan barang dari kayu, alas kaki, kemudian pakaian dana asesorisnya (bukan rajutan),” ujarnya.

Baca: Nilai Ekspor Jateng Agustus Capai UDS 967,60 Juta

Pada Agustus 2021 BPS Jateng juga mencatat terjadi kenaikan ekspor produk dari Jateng. Yakni mencapai USD 967,60 juta. Ekspor nonmigas menjadi yang paling banyak, yakni USD 885,03 juta, dan USD 82,57 juta migas.

Capaian itu naik 18,56 persen, dibanding bulan Juli 2021. Kenaikan itu, dikarenakan ekspor barang nonmigas mengalami peningkatan 12,07 persen dan barang migas naik 167,82 persen.

“Itu terbagi menjadi (nilai ekspor Agustus) non migas USD 885,03 juta dan USD 82,57 juta migas,” terangnya.

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...