Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Manajemen Persiku Pilih Memaafkan Uphy

Sebenarnya Bisa Menggugat Hukum

Bidang Hukum Manajemen Persiku, Suparnyo saat bersama Uphy Hi. Azis (kaos putih). Persiku tidak menggugat hukum terkait kepindahan Uphy keluar dari Persiku. (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Kepindahan Uphy Hi. Azis yang sebelumnya merupakan Asissten Pelatih Persiku ke Persak Kebumen sempat menjadi pembicaraan. Sebab, saat itu Uphy sudah menandatangani kontrak bersama Persiku selama 12 bulan.

Uphy Hi. Azis sendiri akhirnya sempat kembali ke Kudus terkait masalah ini. Pihaknya beriktikad baik untuk menyelesaikan permasalahan perihal kepindahan dirinya secara mendadak ke Persak.

“Saya kesini mau menjelaskan semuanya. Memang saat itu saya sudah terikat kontrak 12 bulan dengan Persiku dan baru kerja satu bulan. Kemudian saya pamit secara lisan ke Manajer dan Bidang Teknik usai laga melawan Persekap Kabupaten Pekalongan,” katanya Kamis (30/9/2021).

Dia tidak menampik jika saat itu memang sebatas pamitan secara lisan. Kemudian, pada Senin (27/9/2021) pelatih berlisensi B AFC itu mengajukan pengunduran secara tertulis.

“Saya minta maaf. Tetapi saya tekankan jika saya tidak ada masalah dengan semua yang ada di Persiku. Saya cabut ke Persak Kebumen karena merasa punya ‘hutang’ dengan Persak. Karena dulu di 2015 saat saya masih menjadi pemain saya punya janji kalau nanti Persak ada lagi di persepakbolaan Indonesia saya akan kembali ke Persak,” jelasnya.

BACA JUGA: Manajer Persiku Sayangkan Sikap Uphy

Alasan kedua, Uphy menyebut jika hubungannya dengan manajemen Persak sudah bagus. Bahkan sudah seperti keluarga, sehingga dirinya merasa sungkan menolak permintaan dari pihak Persak.

“Jadi sekali lagi saya sampaikan tidak ada masalah dengan manajemen Persiku, pelatih maupun pemain. Tapi alhamdulillah ini sudah selesai secara kekeluargaan. Untuk teman-teman suporter Persiku dan manajemen Persiku saya minta maaf,” imbuhnya.

Sementara itu, Bidang Hukum Manajemen Persiku, Suparnyo menjelaskan, secara hukum pihaknya memang bisa menggugat. Sebab, menurutnya Uphy telah melanggar perjanjian kontrak.

“Bisa menggugat bang Uphy. Karena kan di perjanjian kontrak memang ada kewajiban dan hak yang harus dilaksanakan dalam waktu 12 bulan,” katanya, Kamis (30/9/2021).

Sesuai perjanjian kontrak, Persiku bisa meminta ganti rugi sebesar 50 persen dari gaji yang didapat Uphy. Hal-hal ini sudah diatur dalam perjanjian kontrak.

“Di kontraknya itu tertera kalau ada pelatih atau asisten pelatih yang melanggar perjanjian kontrak, kami bisa meminta ganti rugi 50 persen dari gaji yang melanggar untuk masuk ke kas Persiku. Tapi setelah kami mempertimbangkan bersama, kami memilih menyelesaikan secara kekeluargaan,” ungkapnya.

Dia memilih menyelesaikan secara kekeluargaan lantaran menurutnya Uphy sudah beriktikad baik untuk datang dan meminta maaf secara langsung. Dalam hal ini, semua jajaran manajemen juga sudah memaafkan.

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Budi erje

Comments
Loading...