Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Pakar Sarankan Pegawai KPK Nonaktif Terima Tawaran Jadi ASN Polri

Ilustrasi KPK. (MURIANEWS/Istimewa)

MURIANEWS, Jakarta – Sebanyak 56 pegawai KPK akan diberhentikan per 30 September. Kapolri Jendral Polisi Listyo Sigit Prabowo pun memberikan penawaran agar mereka bergabung menjadi ASN di lingkungan Polri. Adanya tawaran itu, sejumlah pakar menyarankan agar para Pegawai KPK gagal TKW yang telah dinonaktifkan ini menerima penawaran tersebut.

Menurut Koordinator Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman, tawaran dari Kapolri itu merupakan bentuk penghormatan. Menurutnya, 56 pegawai itu akan memperkuat Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri.

Baca juga: Pegawai KPK Gagal TWK Ditawari ASN Polri

“Kalau saran saya ya diterima, karena ini bentuk penghargaan dan justru bisa mbedhol deso kepada Dittipikor Mabes Polri Bareskrim dan itu akan memperkuat Mabes Polri,” katanya dikutip dari CNN Indonesia, Rabu (29/9/2021).

Ungkapan senada juga disampaikan pakar hukum tata negara dari Universitas Andalas, Feri Amsari. Menurutnya, dengan bergabungnya 56 pegawai KPK nonaktif itu sebagai ASN di Polri bisa menjadi kekuatan baru bagi Korps Bhayangkara dalam pemberantasan korupsi.

Baca juga: Terkait Pegawai KPK Tak Lulus TWK, Pakar: Jokowi Lari dari Tanggung Jawab!

“Mungkin akan memunculkan semangat baru di masyarakat soal pemberantasan korupsi di tengah melemahnya [pemberantasan korupsi KPK] kok di bawah Firli,” kata dia.

Baca juga: Jokowi Didesak Batalkan Pemberhentian Pegawai KPK Tak Lulus TWK

Namun demikian, Feri masih menunggu surat keputusan Kapolri terkait keinginannya menarik 56 pegawai KPK itu. “Tentu saja perlu ditunggu SK Kapolri untuk memastikan kebenaran pidato ini. Dan ini harapan yang bagi saya sikap yang cukup menarik,” kata dia.

Terkait tawaran itu, para pegawai KPK mengaku masih menanti sikap resmi dari Presiden Jokowi, yang dalam beberapa kesempatan meminta tak menarik-narik dirinya dalam masalah tersebut.

 

Penulis: Zulkifli Fahmi
Editor: Zulkifli Fahmi
Sumber: CNN Indonesia

Comments
Loading...