Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

JATENG DIGITAL CONFERENCE 2021

Mendes Akui Masih Ada 3.700 Desa di Indonesia Belum Terjamah Internet

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar. (MURIANEWS)

MURIANEWS, Solo – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar mengakui masih ada 3.700 desa dari 74.962 desa di Indonesia yang belum terjamah internet.

Jumlah tersebut tentunya memiliki persentase kecil untuk desa yang belum terambah internet.

“Data dari Kemenkominfo, hanya ada 3.700 desa dari 74.961 desa di Indonesia yang belum terjamah internet, itu sangat kecil sekali persentasenya,” kata Mendes dalam acara JDC oleh AMSI Jateng, Rabu (29/9/2021).

Baca: AMSI Temukan Ribuan Hoaks selama Pandemi, Paling Banyak Soal Vaksin

Halim pun menegaskan jika tak ada lagi kontradiksi antara desa dan digital. Karena pada faktanya memang sudah banyak desa yang tersalur internet. Hingga akhirnya banyak produk desa merambah pasar digital.

“Sudah banyak sekali yang terjun ke pasar-pasar digital, baik UMKM maupun perseorangan,” sambung Halim.

Data dari kementerian sendiri mencatat sudah ada sebanyak 1.852 BUMDes yang memasarkan produk unggulan melalui pasar digital.

Kemudian, juga sudah ada sebanyak 1.699 BUMDes yang memasarkan dagangannya lewat media sosial. “Ini kalau tidak terhubung dengan koneksi internet kan ya tidak mungkin terpasarkan di pasar digital,” sambung dia.

Baca: Bocah SD di Kudus Ini Ingin PTM Segera Dibuka karena Tak Punya Kuota Internet

Lebih konkret lagi, pihaknya memberi contoh di mana ada sepuluh desa di Jogja yang bergbung dan membentuk pasar digitalnya sendiri. Semuanya, berisi kebutuhan pokok.

“Ada juga itu di Jogja misalnya, sepuluh desa bikin aplikasi pemasaran sendiri, hampir puluhan miliar omsetnya,” ujarnya.

Pembayarannya pun dilakukan dengan sistem nontunai. Yakni pada waktu itu memanfaatkan momentum Bantuan Langsung Tunai (BLT). “Akhirnya BLT digunakan untuk pemenuhan kebutuhan pokok, duitnya muter dan tentunya tepat sasaran,” jelas dia.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Supriyadi

 

Comments
Loading...