Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Penembak Ustaz di Tangerang Ditangkap

Rilis kasus penembakan ustaz di Tangerang oleh Polda Metro Jaya (Detikcom/Yogi Ernes)

MURIANEWS, Jakarta – Pelaku penembakan ustaz berinisial A di Kota Tangerang berhasil ditangkap aparat kepolisian. Ada tiga pelaku yang ditangkap Tim Polda Metro Jaya dan Polres Metro Tangerang Kota.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunung mengatakan penembakan itu diotaki tersangka bernama H Matum (42). Kemudian, dua pelaku lainnya yakni Kusnadi Dwi Handoko alias Bram (28) berperan sebagai eksekutor dan Saripudin alias Apud (28) berperan sebagai joki/pilot yang membonceng eksekutor.

“Saudara M ini adalah yang menginisiator kejadian ini, dia yang menginisiasi, dia aktor intelektualnya. Hari Kamis siang lalu kita amankan yang bersangkutan itu di daerah Serang, Banten, pada saat yang bersangkutan ada di rumah makan. Ini yang berhasil kita amankan Saudara M,” ujar Kombes Yusri Yunus kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta dikutip dari Detikcom, Selasa (28/9/2021).

Sebelumnya, pada Senin (27/9/2021) polisi telah mengamankan dua pelaku lebih dulu, yakni Kusnadi dan Saripudin. Dari dua tersangka itu, akhirnya terungkap pelaku lain, Matum yang merupakan dalang dari penembakan itu.

Baca juga: Muhammadiyah dan MUI Desak Kasus Penyerangan Ustaz Diusut Tuntas

“Kemarin tanggal 27 kemarin, baru kita amankan lagi dua orang tersangka. Yang pertama adalah Saudara K. Jadi Saudara K ini adalah eksekutornya yang melakukan penembakan terhadap korban. Bersamaan itu juga kita amankan di tempat yang sama di daerah Serang inisialnya Saudara S. Ini perannya sebagai joki yang menunggu di luar,” jelasnya.

Meski sudah mengamankan tiga orang pelaku, polisi masih memburu satu pelaku lain, yakni Yadi (27). Yadi merupakan penyedia eksekutor penembakan itu.

Diketahui, insiden penembakan terhadap korban terjadi pada Sabtu (18/9) di Pinang, Kota Tangerang. Korban saat itu ditembak setelah menjalani salat Magrib di masjid dekat rumahnya.

Korban tewas tertembak di bagian pinggang. Dari hasil olah TKP di lokasi, polisi menyita sebutir proyektil yang mengenai pintu rumah korban.

Polisi menyatakan korban tewas ditembak dalam kapasitasnya sebagai paranormal. Korban memang dikenal warga sekitar sebagai ustaz setelah menjadi ketua majelis taklim.

“Jadi saya tekankan di sini bahwa korban adalah paranormal. (namun) Peristiwa pembunuhan ini tidak terkait predikatnya dalam kapasitas ustaz, karena memang bukan ustaz. Jadi ustaz, dipanggil ustaz oleh lingkungan sekitarnya, adalah ketika dia menjadi ketua majelis taklim saja,” kata Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Selasa (28/9/2021).

Kepastian mengenai latar belakang korban ini didapat polisi dari keterangan saksi. Selain itu, polisi menemukan barang bukti di rumah korban.

“Dia tidak mengajarkan ngaji, tidak mengajarkan ilmu agama, tidak mengajarkan ini. Latar belakang ini menjadi sangat penting bagi arah penyelidikan selanjutnya. Kalau memang ternyata kita pastikan bahwa yang bersangkutan adalah paranormal. Dari para saksi yang sudah diperiksa satu yang pernah berobat di sana. Yang kedua dari barang bukti yang ditemukan di rumah korban. Apa saja itu? Daftar buku tamu dengan berbagai macam keperluannya. Artinya, si orang ini melayani itu,” ujar Tubagus.

 

Penulis: Zulkifli Fahmi
Editor: Zulkifli Fahmi
Sumber: Detikcom

Comments
Loading...