Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Duh, Anak-Anak Ogan Kemering Ilir Tantang Maut Demi Menimba Ilmu

Cuplikan video anak sekolah seberangi sungai pakai kotak styrofoam. (Tangkap Layar Video Viral)

MURIANEWS, Sumatera Selatan – Belakangan beredar video viral di media sosial bocah berpakaian sekolah rela menantang maut demi menimba ilmu. Mereka menyeberangi sungai besar hanya menggunakan kota kotak Styrofoam alias busa yang berukuran kecil. Diketahui kejadian ini terjadi di Desa Kuala Dua Belas, Sumatera Selatan.

Video itu diketahui sudah viral sejak Kamis (23/9/2021) lalu. Di dalam video tampak bocah berada dalam kotak styrofoam atau kerap disebut busa menyeberangi sungai. Bocah berseragam pramuka tersebut terlihat mendayung kotak styrofoam itu dengan potongan styrofoam lain.

“Seorang anak kecil yang mau berangkat sekolah dengan naik busa karena tidak ada akses jembatan. Demi menuntut ilmu seorang anak SD, coba,” ucap pria yang merekam.

Kejadian itu pun dibenarkan Camat Tulung Selapan, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, Jeni. Menurutnya, kejadian itu merupakan hal yang biasa terjadi.

“Iya benar, informasi dari Kades di sana memang anak kecil yang naik busa di video itu warga kita. Itu kejadiannya di Desa Kuala Dua Belas dekat laut arah ke Selat Bangka,” kata Camat Tulung Selapan, Jeni, dikutip dari Detikcom, Selasa (28/9/2021).

Menurutnya, anak sekolah di tempat kejadian video itu dibuat tersebut sering menggunakan busa styrofoam untuk bermain-main di sungai setiap pulang sekolah. Jeni pun menyebut si perekam video terlalu berlebihan. “Dasar yang merekam saja terlalu berlebihan,” ungkap Jeni kepada wartawan.

Dia menyebutkan, anak-anak di wilayah itu memilik pulang dengan cara menyeberangi sungai menggunakan kotak styrofoam. Padahal, lanjutnya, orang tua anak-anak itu sudah menjemputnya.

“Orang tuanya ada yang menjemput tapi anaknya saja yang tidak mau. Memang sudah biasa anak-anak di sana seperti itu, bagi warga disana tidak heran. Mereka menganggap itu hanya sebuah permainan,” jelas Jeni.

Meski demikian, Jeni tetap berharap ada bantuan untuk pembangunan jembatan di desa tersebut. Dia mengakui akses berupa jembatan memang kurang di Desa Kuala Dua Belas, tempat bocah-bocah menyeberangi sungai dengan styrofoam yang viral.

Dia mengatakan keberadaan jembatan bakal mempercepat dan mempermudah akses warga menyeberangi sungai. Maka apabila ada dermawan atau pemerintah mau membantu membuat jembatan di sana akan sangat bagus.

“Kalau memang ada dermawan atau pemerintah yang mau bantu membuat jembatan di desa tersebut, tentunya kita sangat bersyukur dan berterima kasih,” ujar Jeni.

 

Penulis: Zulkifli Fahmi
Editor: Zulkifli Fahmi
Sumber: Detikcom

Comments
Loading...