Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Nelayan Juwana Gelar Aksi Tolak Kenaikan PNBP dan PHP yang Capai 400 Persen

Nelayan Juwana Saat melakukan aksi (MURIANEWS/Cholis Anwar)

MURIANEWS, Pati – Nelayan Juwana yang tergabung dalam kapal Pursin dan kapal jaring tarik berkantong Kabupaten Pati, menggelar aksi di bantaran Sungai Silugonggo, tepatnya Desa Bendar, Kecamatan Juwana, Pati, Selasa (28/9/2021).

Mereka menolak pemberlakukan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 85 Tahun 2021 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang Berlaku pada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Aksi ini sebelumnya sudah dilakukan di beberapa daerah yang menjadi kantong nelayan. Pasalnya, terjadi kenaikan PNBP dan PHP sebesar 150-400 persen.

Koordinator aksi, Fauzan Nur Rokhim mengatakan, munculnya PP 85 ini sangat memberatkan nelayan, terutama pada Pasal 2 (4). Sebab, dalam pasal tersebut terdapat penarikan praproduksi dan pascaproduksi.

“Lebih parahnya lagi, harga patokan ikan (HPI) itu tidak sesuai dengan HPI yang ada di pasaran. Sementara HPI yang ditentukan pemerintah itu lebih berat. Kalau sebelumnya misalnya HPI itu Rp 6.000, terjadi kenaikan 100 persen, yaitu Rp 12.000,” katanya.

Baca: Nelayan Pati Pasang Bendera Putih di Kapal Tolak Kenaikan PNBP dan PHP

Menurutnya, dengan penerapan pola pajak yang seperti itupara nelayan tidak ada yang sanggup. Justru kebijakan tersebut sangat mencekik para nelayan.

Dia menambahkan, sebelum adanya PP Nomor 85 tersebut, para nelayan Juwana juga kurang sejahtera. Sebab, selama tujuh bulan melaut, anak buah kapal (ABK) terkadang hanya mendapatkan Rp 2,5 juta. Ini karena berbagai pajak yang ada.

“Apalagi dengan adanya PP yang naiknya sampai 400 persen. Ini sangat memberatkan. Kalau PP ini tidak dicabut, kami akan melakukan mogok melaut nasional,” tegasnya.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...