Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Jelang Musim Tanam, Petani di Grobogan Digerojok Bantuan

Bupati Grobogan Sri Sumarni menyerahkan bantuan alsintan kepada perwakilan kelompok tani. (MURIANEWS/Dani Agus)

MURIANEWS, Grobogan – Bantuan puluhan peralatan dan mesin pertanian (Alsintan) kembali disalurkan Dinas Pertanian Grobogan pada sejumlah kelompok tani menjelang datangnya musim tanam padi pertama (MT I) bulan Oktober mendatang.

Kali ini, bantuan yang diberikan antara lain berupa power thresher, com seller, combine harvester besar, rice mile unit dan dryer kapasitas 10 ton serta hand taktor. Selain itu, ada juga bantuan benih pertanian.

Bantuan alsintan dan benih secara simbolis diserahkan Bupati Grobogan kepada perwakilan kelompok tani di kantor Dinas Pertanian.

Bupati Grobogan Sri Sumarni menyatakan, selama ini, sudah banyak bantuan alsintan yang diberikan pada petani di seluruh kecamatan.

Adanya bantuan alsintan dinilai sudah memberikan dampak positif dengan naiknya hasil panen petani. Khususnya untuk komoditas padi, jagung, dan kedelai.

“Apa yang sudah kita capai selama ini memang cukup menggembirakan. Namun, saya minta agar hasil panen ini terus ditingkatkan dalam rangka mendukung swasembada pangan,” cetusnya.

Menurutnya, adanya bantuan peralatan tersebut akan mempercepat pengolahan tanah buat persiapan musim tanam. Dengan demikian, waktu yang diperlukan untuk persiapan bisa lebih singkat dibandingkan dengan memakai alat pengolah sawah tradisional.

“Saya harapkan dengan adanya bantuan peralatan ini, secara tidak langsung bisa meningkatkan produksi hasil pertanian. Tolong bantuan peralatan ini dimanfaatkan dan dirawat dengan baik,” pesannya.

Sri menjelaskan, selama ini, Kabupaten Grobogan merupakan salah satu daerah penyangga pangan nasional. Hal ini dapat dilihat dari besarnya produksi bahan pangan di Kabupaten Grobogan.

Dijelaskan, pada tahun 2020, produksi padi mencapai 808 ribu ton atau meningkat 2,27 persen dibanding tahun 2019 sebanyak 790 ribu ton dan menorehkan prestasi sebagai  peringkat I Provinsi Jawa Tengah dan peringkat tujuh Nasional.

Kemudian, untuk produksi jagung tahun 2020 sebanyak 772 ribu ton atau meningkat 0,73 persen dibanding tahun 2019 sebesar 766 ribu ton dan menempati peringkat I Provinsi Jawa Tengah dan Nasional. Adapun luas tanam kedelai tahun 2021 seluas 15 ribu hektar dengan estimasi produksi 26 ribu ton.

“Pada lima tahun terakhir, pertumbuhan komoditas hortikultura juga sangat menggembirakan. Dulu, orang mengenal Grobogan hanya sebagai daerah  penghasilkan padi, jagung, kedelai dan kacang hijau. Tetapi saat ini dapat kita buktikan bahwa Petani Grobogan juga mahir bertanam buah dan sayur. Banyak sayur dan buah hasil Petani Grobogan mengisi pasar-pasar di kota-kota besar,” pungkasnya.

 

Reporter: Dani Agus
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...