Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Soal Polemik Tower di Mijen Kudus, Bupati Lagi Cari Dokumen Izinnya

Audiensi warga Desa Mijen dengan Pemkab Kudus terkait polemik tower. (MURIANEWS/Istimewa)

MURIANEWS, Kudus – Audiensi soal polemik pendirian tower di Desa Mijen, Kecamatan Kaliwungu, Kudus, Senin (27/9/2021) tak membuahkan hasil. Terlebih hanya pihak warga yang kontra dengan pendirian tower itu yang dihadirkan Pemkab Kudus.

Bupati Kudus HM Hartopo menjelaskan, dokumen arsip perizinan pendirian tower tersebut hingga kini masih dalam pencarian.

Sebab, perizinan di tahun 2003 dulu belum diranah Dinas Penanaman Modal, Perizinan, Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP). Melainkan, masih di bawah wewenang Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

“Dulu itu yang menangani bukan DPMPTSP tapi PUPR. Ini baru dicari arsipnya sebab sudah cukup lama,  tiga bulan lalu sudah mulai dicari tapi sampai sekarang belum menemukan.  Tapi ini masih dicari terus dan dikoordinasikan,” katanya, Senin (27/9/2021).

Ia menjelaskan, audiensi yang difasilitasinya kali ini memang belum mengundang pihak tower. Sebab, dikhawatirkan akan terjadi adu mulut jika kedua belah pihak dipertemukan secara langsung ketika pemkab belum mengetahui titik persoalannya.

Audiensi kali ini, bupati meminta keterangan terlebih daluhu dari pihak warga sebelum mengundang pihak tower.

“Ini sudah klarifikasi semua untuk histori permasalahannya, jadi kami harus tahu kronologinya dulu,” jelasnya.

Baca: Polemik Tower di Mijen Kudus Belum Berujung

Pihaknya juga akan segera menyelesaikan permasalahan tersebut sebaik-baiknya. Pihak pemilik tower juga akan segera dipanggil untuk dimintai keterangan.

“Dari pihak tower akan kami undang dan akan kami tanyakan dokumen-dokumen legalitasnya,” ujarnya.

Pihaknya berharap warga tidak main hakim sendiri terkait polemik tower tersebut. Sehingga kemungkinan konflik-konflik yang akan terjadi bisa diminimalisir.

“Jangan sampai main hakim sendiri, sampai nunggu kejelasan kebenarannya,” pungkasnya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...