Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Bertahun-tahun Tinggal di Kuburan, Kakek di Kudus Ngaku Tak Pernah Dapat BLT

Mbah Pasran menyapu area makam di depan gubuk tempat tinggalnya. (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Mbah Pasran (79) warga Desa Piji, Kecamatan Dawe, Kudus sudah bertahun-tahun tinggal di gubuk bambu di area makam Mbah Imam Sudirono, Desa Puyoh, Kecamatan Dawe, Kudus. Selama bertahun-tahun itu, ia mengaku tak pernah mendapatkan bantuan langsung tunai (BLT) atau bansos lainnya.

Selama ini, mengaku bergantung dari menjual batang-batang pohon yang dikumpulkannya. Selain itu juga mendapatkan pemberian dari warga setempat.

Kawit limolas tahun mboten nate pikantuk bantuan. Paling diparingi tiyang-tiyang mriki (Selama lima belas tahun tidak pernah mendapatkan bantuan. Terkadang diberi orang-orang sini),” katanya, Senin (27/9/2021).

Pasran melanjutkan, gubuk berukuran 3×6 meter yang terbuat dari bambu itu dibangun dari bantuan warga bernama H Rumain. Menurut dia, tiap kali hujan air selama masuk ke dalam gubuknya.

Mboten wonten listrik. Nek udan deres bocor (Tidak ada listrik. Kalau hujan deras bocor),” terangnya.

Mbah Pasran di gubuk yang jadi tempat tinggalnya. (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

 

 

Baca: Ngenes! Kakek 79 Tahun di Kudus Ini Tinggal di Gubuk Area Kuburan

Sementara itu, Sekretaris Desa Piji, Jumain menjelaskan perihal bantuan. Menurut dia pemberian bantuan ada. Namun, pihaknya memang memberikan bantuan kepada keluarga Mbah Pasran.

“Bantuan dari PKH (Program Keluarga Harapan) ada. Tetapi memang kami arahkan ke keluarganya. Kami prioritaskan keluarga yang di rumah. Karena mereka butuh nafkah,” katanya, Senin (27/9/2021).

Baca: Meski Bukan Warganya, Pemdes Puyoh Kudus Sering Bantu Kakek yang Tinggal di Kuburan Ini

Ditanya soal pekerjaan Mbah Pasran, Jumain membenarkan jika keseharian kakek 79 tahun itu mencari batang kayu pohon untuk dijual. Sepengetahuannya, batang kayu pohon itu dijual ke warga sekitar.

Diberitakan sebelumnya, Mbah Parsan memilih untuk tinggal seorang diri di sebuah gubuk, diduga karena ada permasalahan dengan pihak keluarga. Namun, menurut penjelasan dari Jumain, dia bersama anak-anaknya sudah mencoba mengajak kakek itu pulang ke rumah.

“Sudah kami ajak pulang. Saya bersama anak-anaknya juga ikut mengajak pulang. Tetapi beliaunya tidak mau,” imbuhnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...