Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Ngenes! Kakek 79 Tahun di Kudus Ini Tinggal di Gubuk Area Kuburan

Mbah Pasran tinggal di gubuk di area makam di Kudus. (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Mbah Pasran (79) tak pernah menyangka bakal hidup seorang diri di gubuk area kuburan. Ia kini tinggal sendirian di gubuk bambu di kawasan Makam Mbah Imam Sudirono, di Desa Puyoh, Kecamatan Dawe, Kudus.

Pengamatan MURIANEWS, gubuk yang didiami Mbah Pasran berukuran 3×6 meter persegi. Lokasinya di area makam. Tempat berdirinya gubuk itu berada di tanah milik Pemerintah Desa (Pemdes) Puyoh.

Pasran menyebut, makam itu dengan nama makam ndalem. Lokasinya berada di perbatasan Desa Puyoh dan Desa Piji.

Kula sampun ting mriki patbelas tahun mergo diusir anak. Ting mriki nggih kiyambakan. (Saya sudah di sini empat belas tahun karena diusir anak. Di sini ya sendirian),” katanya, Senin (27/9/2021).

Ia menyebut, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari didapatkan dari berjualan kayu bakar yang dicarinya dari lokasi sekitar.

Kadang nggih kula diparing warga mriki. Kula ting mriki kalihan resik-resik makam niki (Terkadang ya dikasih warga sini. Saya di sini sambil bersih-bersih makam ini),” terangnya.

Mbah Pasran menyapu area makam di depan gubuk tempat tinggalnya. (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

Kakek kelahiran Kudus, 1 Januari 1942 itu enggan bercerita lebih banyak penyebab dia harus tinggal di tempat itu. Dia bahkan merasa kesal ketika ditanya soal anaknya.

Mboten usah dibahas. Sampun mboten gelem ngrumati kula nggih sampun (Tidak usah dibahas. Sudah tidak mau merawat saya ya sudah),” imbuhnya.

Baca: Bertahun-tahun Tinggal di Kuburan, Kakek di Kudus Ngaku Tak Pernah Dapat BLT

Sementara itu, Sekretaris Desa Piji, Jumain menjelaskan adanya salah paham antara Mbah Pasran dengan pihak keluarganya. Menurut dia pihak keluarga sudah mencoba untuk mengajak pulang.

“Memang ada permasalahan pribadi. Pihak keluarganya juga sudah mengajak pulang ke rumah. Malah itu saya dan anak-anaknya yang mengajak langsung. Tetapi Mbah Pasrannya tidak mau,” terangnya.

Baca: Kepala MTs di Jepara Menangis, Cerita Siswanya Drop Out karena Sekolah Daring

Ditanya soal durasi Mbah Pasran yang tinggal di area makam selama 14 tahun itu juga tidak dibenarkan. Menurut Jumain Mbah Pasran baru tujuh tahun menghuni gubuk di area makam itu.

“Memang beliau hidupnya pindah-pindah. Tetapi kalau tinggal di area makam itu belum ada 14 tahun. Kalau di situ baru tujuh tahun,” terangnya.

 

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...