Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Gempuran PSG Pati Gagal Bobol Gawang Persis

Gempuran para pemain PSG Pati di babak kedua mendapatkan hadangan ketat pemain Persis Solo. PSG Pati kalah 0-2 saat berhadapan dengan Persis Solo di Laga pembuka Liga 2. (MURIANEWS/Istimewa)

MURIANEWS, Solo- Memasuki babak kedua pertandingan laga pembuka Liga 2, PSG Pati sebenarnya terlihat sudah menunjukan perubahan permainan. Mereka mulai mampu memberikan imbangan permainan bagi tuan rumah Persis Solo.

Gempuran yang dilancarkan oleh Sultan Zico memanfaatkan umpan Muhammad Iqbal pada menit ke-51, sempat digadang menjadi awal yang baik bagi PSG Pati di babak kedua. Namun, tendangan Zico masih berhasil dihalau oleh Fabiano Baltrame.

Dalam banyak kesempatan di babak kedua, PSG mencoba untuk merusak pertahanan Persis Solo dengan berbagai manuver. Demikian juga upaya pertahanan mereka untuk mengendalikan pergerakan Alberto Goncalves, juga menunjukan hasil.

Pemain pengganti PSG Dadang Apridianto, memberikan dampak cukup signifikan bagi serangan PSG Pati. Beberapa shoot dilepaskan Dadang, namun sayang usahanya tidak menuai hasil maksimal.

BACA JUGA: Ditarget Menang PSG Pati Malah Kalah

Selain itu, Syaiful Indra Cahya juga menunjukan upaya keras untuk bisa memberi gol bagi timnya. Beberapa tendangannya mengarah ke gawang, namun setali tiga uang, juga tidak membuahkan hasil seperti yang diharapkan.

Di babak kedua ini PSG Pati bisa dikatakan lebih banyak menguasai bola. Namun demikian, secara keseluruhan tetap Persis Solo yang mengendalikan permainan. Persis dengan serangan balik yang terjalin baik, sering membuat bahaya pertahanan PSG Pati.

Salah satu momen berbahaya itu diantaranya saat Beto Goncalves lepas dari pengawalan. Pemain gaek ini masih mampu membuat pontang-panting satu atau dua pemain belakang PSG. Beruntung, kondisi fisik Beto yang sudah menurun, membuat akselerasinya berkurang.

Penampilan kiper PSG Pati, Khusnul Wahyu di babak kedua, cukup tenang. Beberapa kali pemain ini menjadi tembok terakhir pertahanan timnya. Upayanya yang paling berani adalah saat dirinya berani keluar sarang dan melakukan sundulan untuk memotong serangan Persis Solo.

Kekalahan 0-2 memang menyakitkan bagi PSG Pati. Namun harus diakui permainan Persis Solo, dalam pertandingan ini lebih matang dalam kolektifitas tim. Saat menyerang dan bertahan mereka nyaris tak meninggalkan celah yang bisa dimanfaatkan pemain PSG Pati.

Reporter: Cholish Anwar
Editor: Budi erje

Comments
Loading...