Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Ingin Hijrah, Puluhan Orang di Kudus Berbondong-bondong Hapus Tato

Salah satu peserta yang menghapus tatonya. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

MURIANEWS, Kudus – Puluhan orang dari beragam usia dan latar belakang berbondong-bondong untuk menghapus tatonya di basecamp Avoka Desa Mejobo RT 4 RW 1, Kecamatan Mejobo, Kudus Sabtu (25/9/2021). Langkah ini disebut bagian dari hijrah untuk menjadi pribadi yang agamis.

Di tempat ini mereka yang ingin berhijrah dengan menghapus tato tak dipatok tarif. Mereka bebas memberi berapapun sebagai infak seikhlasnya.

Program tersebut merupakan kerja sama dari komunitas pecinta alam Avoka Kudus, Baitulmall Hidayatullah (BMH), dan tim penghapus tato dari santri Pondok Pesantren Annajach, Magelang.

Purwanto (42) salah seorang peserta mengaku, telah mempunyai beberapa tato di tubunya semenjak 20 tahun silam. Ia meyebut delapan gambar tato yang kini sudah ada di tubuhnya itu dulunya hanya untuk bergaya.

Penghapusan tato ini merupakan inisiatifnya sendiri, lantaran ingin berhijrah dan memperbaiki diri agar semakin baik.

“Sebenarnya sudah lama ingin hapus tato, karena biaya penghapusan tato lewat laser itu mahal bisa sampai Rp 5-10 juta akhirnya saya urungkan. Dan lebih baik uang itu untuk biaya keluarga saja,” kata warga Kecamatan Bae itu.

Proses penghapusan tato di basecamp Avoka Desa Mejobo, Kecamatan Mejobo Kudus (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

Namun karena saat ini ada program penghapusan tato yang tak mematok tarif, ia pun berinisiatif untuk ikut.

Sementara Ketua Panitia Program Hapus Tato Moh Khoirunnafi’ menjelaskan, program tersebut dicanangkan memang untuk membantu masyarakat yang ingin menghapus tatonya tanpa dibebani biaya. Pihaknya ingin mendukung masyarakat yang ingin berhijrah.

“Kami gelar hari ini dalam rangka ulang tahun Avoka ke-31. Ada sekitar 50-an peserta yang ikut menghapus tato,” ucapnya.

Santri Ahmad Jumanun, perwakilan tim Ponpes Annajah menjelaskan, metode penghapusan tato tersebut menggunakan bahan kimia racikan dari santri. Sebelum diolesi obat racikan penghilang tato, bagian tato yang akan dihilangkan dipola menggunakan isolasi hitam.

Kemudian, obat racikan dioleskan di dalam pola tato tersebut dan diulang dua hingga tiga kali, tergantung lokasi tato di bagian tubuh mana.

“Bagian lengan ke atas diolesi dua kali, dan bagian lengan ke bawah diolesi tiga kali dengan selang waktu lima menit. Setelah didiamkan dan kemudian dibasuh,” ujarnya.

Setelah tato terhapus nantinya akan meninggalkan bekas seperti bekas luka. Hanya saja, bekas tersebut bisa hilang sesuai berjalannya waktu.

“Bekas bisa cepat hilang jika diberi salep penghilang bekas luka, tapi kami tidak sarankan itu. Kami hanya beri obat antibiotik dan paracetamol setelah penghapusan tato,” pungkasnya.

 

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...