Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Grobogan Bakal Perketat Pengawasan Warga Asing

Wakil Bupati Grobogan Bambang Pujiyanto menyampaikan sambutan terkait pengawasan orang asing. (MURIANEWS/Dani Agus)

MURIANEWS, Grobogan – Pemkab Grobogan bakal memperketat pengawasan orang asing di wilayahnya. Hal itu dilakukan seiring makin terbukanya sektor investasi di Kabupaten Grobogan. Termasuk di antaranya adalah investasi dari luar negeri.

Wakil Bupati Grobogan Bambang Pujiyanto menyebutkan, dalam beberapa tahun terakhir, sudah ada investor asing yang menanamkan modal di Grobogan.

Hal ini secara tidak langsung akan membuka kemungkinan banyaknya orang asing maupun tenaga kerja asing (TKA) yang masuk di wilayah ini.

“Data saat ini, jumlah TKA yang dipekerjakan HRD di sini sekitar 69 orang. Sementara keluarga TKA yang tinggal di Kabupaten Grobogan sebanyak tiga orang,” katanya.

Untuk keberadaan TKA yang tinggal di wilayah Kabupaten Grobogan karena kunjungan keluarga, kunjungan wisata, dan lain sebagainya sulit terdata jika tidak ada laporan dari masyarakat, atau dari pihak hotel, maupun warga asing yang menginap itu sendiri.

Oleh karenanya Pemkab Grobogan juga menggelar sosialisasi Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemantauan Orang Asing di Kabupaten Grobogan di Gedung Riptaloka, Setda Grobogan, Kamis (23/9/2021).

Pihaknya berharap masyarakat ikut berpartisipasi melakukan pengawasan. Paling tidak masyarakat tahu kalau ada warga negara asing tinggal di lingkungannya.

Dengan begitu, bisa dilakukan deteksi dini negara asalnya, kedatanganya, dalam rangka apa, jumlahnya berapa serta diamati perilakunya.

Selanjutnya informasi tersebut disampaikan ke pengurus RT, RW, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan pihak terkait lainnya. Tindakan ini dalam menjaga keamanan lingkungan terhadap orang asing di wilayah Kabupaten Grobogan.

“Masyarakat merupakan garda terdepan terhadap pengawasan orang asing. Di samping itu ada tim pemantauan orang asing (POA) yang melibatkan beberapa instansi daerah,” jelasnya.

 

Reporter: Dani Agus
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...