Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

PeduliLindungi Bakal Dikembangkan Jadi Alat Pembayaran Digital, Ini Alasannya

Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan. (YouTube/Sekretariat Presiden)

MURIANEWS, Jakarta – Pemerintah mewacanakan untuk mengembangkan aplikasi PeduliLindungi menjadi alat pembayaran digital. Wacana itu diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan.

Dalam konfrensi pers yang ditayangkan di kanal YouTube Bank Indonesia, Kamis (23/9/2021), Luhut ingin agar Kementerian Kominfo mengembangkan PeduliLindungi jadi alat pembayaran digital. Gagasan itu muncul setelah sebelumnya Bank Indonesia berhasil menggarap alat pembayaran digital melalui QRIS.

“Karya Kreatif Indonesia terbukti mampu membangun produk premium disertai sitem pembayaran digital melali QRIS. Jadi sekarang sudah melebar. Nanti mungkin kita coba masukkan ke digital PeduliLindungi, platform yang macam mana saja bisa masuk,” ujar Luhut yang dikutip MURIANEWS dari YouTube Bank Indonesia, Jumat, 24 September 2021.

Baca juga: Pemerintah Akan Wajibkan Penggunaan Aplikasi PeduliLindungi

Menurutnya, pemanfaatan PeduliLindungi sebagai sistem pembayaran dapat meningkatkan inklusi keuangan digital. Tujuannya, agar pemasaran produk-produk lokal, seperti UMKM semakin luas. Dengan begitu, pasar digital Indonesia kian lebih siap dan berdaya saing.

“Kita tunjukkan ke dunia Indonesia berubah, bukan 10 atau 7 tahun yang lalu. Indonesia adalah Indonesia baru yang tangguh yang menatap hari esok lebih baik,” ujar Luhut.

Di kesempatan itu, Luhut mengatakan inisiatif Bank Indonesia untuk menginisiasi program Karya Kreatif Indonesia sejak 2016 terus bertumbuh. Luhut yakin, program ini bakal mendorong pelaku menghasilkan produk yang bisa bersaing dalam skala global dan naik kelas.

Baca juga: Wisata di Kudus Belum Terapkan PeduliLindungi

Namun soal pemasaran produk lokal, Luhut mengingatkan agar kualitas dari setiap barang harus memiliki kualitas. “Jangan kita jual barang yang kualitasnya tidak bagus. Itu backfire bagi kita semua,” ujar Luhut.

Menurut dia, perlu ada kontrol kualitas terhadap produk-produk UMKM serta pelatihan kepada pelaku usaha. Luhut pun berharap pandemi Covid-19 yang telah melemahkan berbagai sektor dapat menjadi kesempatan bagi UMKM untuk berbenah.

Adapun saat ini PeduliLindungi telah diwajibkan penggunaannya oleh pemerintah. Aplikasi itu digunakan untuk skrinning untuk mengetahui status Covid-19 masyarakat untuk masuk ke Mal, tempat wisata, dan bebeberapa fasilitas umum lainnya.

 

Penulis: Zulkifli Fahmi
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...