Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Cabuli Santrinya, Ustaz di Trenggalek Ditangkap

Ilustrasi Pencabulan
Ilustrasi pencabulan (MURIANEWS)

MURIANEWS, Trenggalek – Seorang ustaz di Trenggalek, SM (34) ditangkap polisi. Dia dilaporkan telah berbuat cabul. Bahkan, korbannya tak main-main jumlahnya, yakni 34 santriwati.

Kasat Reskrim Polres Trenggalek, AKP Arief Rizky Wicaksana mengatakan penangkapan pelaku bermula dari salah satu korbannya melaporkan perbuatan sang ustaz. Polisi pun akhirnya menangkap si ustaz cabul itu.

“Saat ini baru ada satu korban yang melapor. Tapi dari keterangan korban dan pengakuan pelaku, total ada 34 santriwati yang menjadi korban. Untuk pelaku sudah kami amankan beserta sejumlah barang bukti,” kata Arief dikutip dari Detikcom, Jumat (24/9/2021).

Baca juga: Tragis! Bocah Tujuh Tahun di Karanganyar Dicabuli Pakai Selang Air Tetangga

Menurutnya, kasus pencabulan tersebut terungkap saat salah satu korbannya menceritakan peristiwa pilu yang dialaminya kepada orang tuanya. Mendengar kisah pila dari anaknya, orang tua korban akhirnya melaporkan pelaku ke polisi.

“Sebelumnya orang tua korban menanyakan terkait dikeluarkannya guru (ustaz) tersebut dari pesantren, kepada korban. Kemudian diceritakan lah kejadian yang dialami,” jelasnya.

Kini pelaku pencabulan ini ditahan di Polres Trenggalek. Ia dijerat Pasal 76 E Jo Pasal 82 ayat 1, ayat 2, ayat 4 Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2016, tentang penetapan Perppu Nomor 1 Tahun 2016, tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2002, tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang-Undang.

Ancaman hukumannya, pidana penjara paling singkat lima tahun dan paling lama 15 tahun. Juga denda paling banyak Rp 5 miliar.

“Dalam hal tindak pidana pencabulan dilakukan oleh pendidik atau tenaga kependidikan dan menimbulkan korban lebih dari satu orang pidana ditambah sepertiga dari ancaman pidana,” jelasnya.

 

Penulis: Zulkifli Fahmi
Editor: Zulkifli Fahmi
Sumber: Detikcom

Comments
Loading...