Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Kudus Siapkan Rp 789 Juta untuk Sertifikat 650 Titik Tanah Milik Pemkab

Salah satu ruas jalan di Kudus (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus menganggarkan dana sebesar Rp 789 juta untuk menyertifikatkan sekitar 650-an titik tanah yang tersebar di Kota Kretek. Penyertifikatan tanah tersebut, ditargetkan rampung tahun ini. Jenisnya sendiri, berupa aset jalan maupun tanah pekarangan.

Kepala Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kudus Eko Djumartono menyebutkan, Pemkab pada tahun ini telah mengajukan sertifikasi untuk 650 titik tanah di Kudus ke Badan Pertanahan Nasional (BPN).

“Karena tidak melalui program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), maka kami anggarkan di APBD senilai itu,” kata dia Jumat (24/9/2021).

Banyaknya sertifikat yang diurus, menurut  dia, bukan berarti tanah milik Pemkab Kudus sangat luas. Melainkan, dalam satu ruas jalan biasanya muncul belasan sertifikat. Misalnya, jalannya terdapat saluran, sehingga sertifikatnya sendiri dengan ruas jalan berikutnya.

“Karena inilah bisa muncul jumlah itu, bisa dibilang banyak namun sebenarnya bisa hanya satu ruas jalan saja,” sambung Eko.

Eko mengatakan, keuntungan dari penyertifikasian tanah sendiri adalah untuk mencegah adanya penyerobotan lahan milik pemkab. Terlebih di lahan pekarangan kosong yang tidak terpakai.

“Selain itu juga untuk mendukung program Monitoring Centre for Orevention (MCP) KPK yang mewajibkan semua aset diurus sertifikatnya,” tambah Eko.

Program serupa, lanjut dia, juga akan dilanjutkan pada tahun 2022 mendatang. Dengan mengusulkan anggaran sebesar Rp 300 jutaan untuk sejumlah aset seperti jalan hingga tanah pekarangan.

“Progam MCP KPK sebenarnya membutuhkan biaya yang cukup besar hingga miliaran rupiah karena memang banyak yang belum bersertifikat,” tandas dia.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...