Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Polisi Tegaskan Tak Ada Penangkapan saat Jokowi Kunker di Cilacap

Warga diamankan saat kunjungan Jokowi di Cilacap. (Detik.com)

MURIANEWS, Semarang – Polda Jateng menegaskan tidak ada penangkapan ataupun penahanan yang dilakukan pihak kepolisian saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) kunjungan kerja (Kunker) di Cilacap.

Mensi begitu, pihaknya mengakui ada beberapa beberapa orang hendak menyampaikan aspirasi saat rombongan presiden sampai. Hanya, beberapa orang tersebut akhirnya difasilitasi untuk dipertemukan dengan pihak Pemkab.

”Tidak ada itu (penangkapan),” tegas Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Iqbal Alqudusy seperti dikutip Detik.com, Jumat (24/9/2021).

Baca: Polisi Amankan Dua Warga saat Jokowi Kunjungi Cilacap, Ini Alasannya

Iqbal pun menjelaskan, saat kunjungan presiden tersebut, sebenarnya ada ratusan orang dari Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) yang ingin menyalurkan aspirasi agar keinginan mereka untuk bekerja di luar negeri terpenuhi.

Hal itu diketahui saat petugas dari Polri dan Stakeholder terkait curiga dengan aksi gerombol-gerombol beberapa warga tersebut. Mereka pun didatangi dan menjelaskan apa yang ingin disampaikan.

“Ada beberapa petugas dari Polri dan serta stakeholder terkait yang melihat kejadian itu. Mereka didatangi dan ditanya tentang kenapa mereka bergerombol. Padahal ini kan masa pandemi,” ungkapnya.

“Kami memanggil dan mengajak diskusi perwakilan CPMI sebanyak enam orang berniat menyampaikan aspirasi dengan membentangkan poster kepada Presiden terkait BP2MI menghentikan Pengiriman Tenaga kerja Indonesia ke Korea saat pandemi Covid-19,” ujarnya.

Baca: Jokowi dan Ganjar Pantau Vaksinasi di Cilacap, Warga Nerobos Minta Foto

Ia menambahkan, para CPMI itu memang diketahui membawa sejumlah poster yang antara lain berisi tulisan ‘Pak Jokowi tolong buka GTOG Korea’, ‘Tolong kami pak Jokowi, CPMI mangkrak 2 tahun’, serta ‘Kami pahlawan devisa #save CPMI GTOG Korea Selatan’.

Iqbal pun menyebutkan sempat ada dialog saat itu dan mereka kooperatif serta setuju ketika diberikan alternatif bertemu dengan Disnakertrans setempat. Selain itu ia mengatakan tidak ada penangkapan dan penahanan terhadap mereka.

“Tidak ada (penangkapan). Intinya, kita mengundang mereka berkoordinasi dan menyalurkan aspirasi mereka ke instansi terkait. Perwakilan CPMI yang hadir enam orang. Kami juga mengkoordinasikan hal ini dengan Disnakertran setempat. Setelah kita berdiskusi, mereka mengucapkan terima kasih dan berfoto bersama,” ujarnya.

Iqbal juga menyebut para CPMI itu mendapat pengertian dari Dir Intelkam Polda Jateng, Kombes Pol Djati W Abadhy, bahwa kebijakan mereka belum berangkat diambil karena pemerintah saat ini lebih mengutamakan keselamatan masyarakat agar tidak menjadi korban penularan Covid di Negara Korea.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Detik.com

Comments
Loading...