Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Guru MIN 1 Pati Buka Suara soal Dugaan Nempeleng Ustaz Ponpes

Rochimuzzaman saat memberikan keterangan kepada wartawan (MURIANEWS/Cholis Anwar)

MURIANEWS, Pati – Seorang guru Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pati diduga melakukan kekerasan terhadap Muhammad Sairozi, ustaz Ponpes Tahfidz Al Jamal, saat mengantar santrinya mengikuti PTM. Guru bernama Rochimuzzaman itu pun buka suara.

Kasus itu kini telah dilaporkan ke pihak kepolisian. Namun Rochimuzzaman mengaku tidak pernah kontak fisik dengan pelapor.

Dia menceritakan, asal mula kejadian tersebut yakni pada Rabu (15/9/2021) sekitar pukul 07.20 WIB.

Pada saat itu, Rochim bersama dengan guru lainnya tengah menjalankan tugas untuk mengecek suhu tubuh siswa yang hendak mengikuti uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) di MIN 1 Pati.

Setelah dilakukan pengecekan, rupanya ada lima orang siswa yang suhu tubuhnya di atas 37 derajat celsius. Siswa itu merupakan santri Muhammad Sairozi.

“Saya juga mengecek dahinya, rupanya juga panas. Ketika itu saya langsung meminta salah satu temannya untuk mengantarkan pulang. Tak lama kemudian, Muhammad Sairozi datang sambil marah-marah. Lalu minta kepada semua siswa untuk masuk ke kelas. Padahal ada yang suhu tubuhnya 38-40 derajat celsius,” katanya, Jumat (24/9/2021).

Rochim pun membiarkan semua siswa untuk masuk kelas. Padahal ada yang suhu tubuhnya tinggi dan kondisi badannya panas. Tetapi, dia tetap mewanti-wanti, apabila nanti siswa tersebut panasnya semakin tinggi, dia akan tetap memulangkan siswa itu.

“Saya sendiri sebagai guru merasa dilecehkan. Karena dia marah-marah di hadapan para siswa. Padahal saya juga menjalankan tugas, kalau ada yang suhu tubuhnya tinggi, kan tidak diperbolehkan masuk. Khawatirnya, nanti malah terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” terangnya.

Baca: Ustaz Ponpes di Pati Lapor Polisi karena Ditempeleng Guru MI

Kemudian pada Jumat (17/9/2021) juga terjadi hal yang serupa. Bahkan semua anak asuhnya di Pondok Pesantren Tahfidz Al Jamal yang sekolah di MIN 1 Pati itu, diminta untuk masuk semua.

Kemudian Rochim datang untuk menghalau agar yang suhu tubuhnya tinggi, tidak masuk terlebih dahulu.

Namun menurutnya, Muhammad Sairozi tetap ngeyel dan memasukkan semua anak asuhnya hingga ke dalam lingkungan sekolahan. Sementara Rochim tetap berada di pintu untuk menghalau anak-anak agar tidak masuk dulu sebelum dicek suhu tubuhnya.

“Saat itu, saya memang sempat adu mulut dengan Sairozi, tetapi tidak sampai kontak fisik, apalagi tempeleng. Sama sekali tidak. Saksinya banyak. Bahkan wali murid yang lain juga ada yang melihat kejadian itu. Saya hanya menjalankan tugas agar yang suhu tubuhnya tinggi tidak masuk sekolah,” terangnya.

Sementara Kepala MIN 1 Pati Ni’am mengatakan, beberapa hari lalu pihaknya bersama dengan Rochim dan petugas Polsek Kayen sudah mendatangi rumah Muhammad Sairozi untuk meminta maaf. Dia juga meminta agar perkara tersebut tidak perlu diperpanjang.

“Kami sudah meminta maaf, tidak hanya kepada Muhammad Sairozi, tetapi juga kepada pengasuh pondok pesantren itu. Harapannya ini tidak perlu lah diperpanjang. Toh, tidak ada pemukulan,” tutupnya.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...