Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Sindikat Pembuat dan Pengedar Uang Palsu Dibongkar Polisi, Sembilan Orang Ditangkap

MURIANEWS, Boyolali — Polres Boyolali membongkar sindikat pembuat dan pengedar uang palsu (upal) di wilayah Boyolali senilai ratusan juta rupiah. Dalam kasus tersebut petugas mengamankan sembilan orang yang berasal dari beberapa provinsi.

Kesembilan tersangka yang diamankan di antaranya adalah DS (39) warga Kecamatan Mojosongo, Boyolali; MF (41) warga Ciseureuh, Kecamatan Pegol, Kota Bandung; CA (37), warga Cepu, Kabupaten Blora; AB (46) warga Ngestiharjo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul; EDH (53), warga Margorejo, Kecamatan Wonocolo, Surabaya.

Kemudian ada juga HS (25), warga Darmo, Kecamatan Wonokromo, Surabaya; ABW (46), warga Prayungan, Lengkong, Nganjuk; AS (49), warga Kertajaya, Kecamatan Gubeng, Surabaya dan SD (34), warga Karanggebang, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo.

Kapolres Boyolali AKBP Morry Ermond mengatakan, terbongkarnya sindikat pembuat dan pengedar uang palsu ini berawal dari penangkapan sebagian tersangka di rumah tersangka DS di Mojosongo, Kabupaten Boyolali pada Minggu (12/9/2021) pukul 04.00 WIB.

Baca: Cerita Pedagang Pasar di Wonosobo yang Kejar-kejaran dan Bekuk Pengedar Uang Palsu

“Awalnya kami mendapat informasi tentang dugaan tindak pidana pembuatan dan pengedaran uang palsu di daerah Mojosongo. Dari informasi tersebut, kami tindak lanjuti,” katanya.

“Setelah memastikan kebenaran informasi tersebut, kemudian pada Minggu [12/9/2021] pukul 04.00 WIB, petugas melakukan penggerebekan di sebuah rumah di Mojosongo dan mengamankan tiga pelaku,” kata Morry saat jumpa pers seperti dikutip Solopos.com, Jumat (24/9/2021).

Ketiga pelaku yang ditangkap adalah DS, MF dan CA. Ketiga pelaku berperan sebagai pembuat dan pengedar upal. Setelah dilakukan pengembangan, kemudian Polisi menangkap pelaku lain.

Baca: Terancam 10 Tahun Penjara, Pria di Sragen Ngaku Beli Uang Palsu Via Online

Empat pelaku di antaranya yang berperan sebagai penyedia bahan baku kertas untuk uang palsu, yakni AB, EDH, HS dan ABW. Kemudian dua pelaku lain lagi yakni AS dan SD yang berperan sebagai pengedar uang palsu.

Sedangkan barang bukti yang diamankan adalah 8.516 lembar uang palsu. Uang palsu terdiri dari pecahan Rp 100 ribu emisi 2016 sebanyak 1.605 lembar, pecahan Rp 50 ribu emisi 2016 sebanyak 6.577 lembar dan pecahan Rp 20 ribu emisi 2016 sebanyak 334 lembar.

Selain upal, polisi juga mengamankan empat plat sablon, money detector, printer, komputer, pisau pemotong, beberapa bendel kertas aluminium foil berbagai warna, laptop, mesin pres laminator, pengering rambut, satu bendel kertas puyer warna putih, kertas HVS dan sebagainya.

Baca: Uang Palsu Beredar Jelang Pilbup Kudus, Begini Kata Polres

Atas perbuatan memproduksi uang palsu, pelaku dikenai pasal 36 ayat 1 UU No. 7/2011 tentang Mata Uang Jo pasal 244 KUHP dengan ancaman pidana 15 tahun.

Kemudian untuk kegaiatan mengedarkan uang palsu dikenakan pasal 36 ayat 3 UU No. 7/2011 tentang Mata Uang Jo pasal 245 KUHP dengan ancaman pidana 15 tahun.

Sedangkan untuk kegiatan menyediakan bahan baku pembuatan uang palsu dikenakan pasal 37 ayat 2 UU No. 7/2011 tentang Mata Uang dengan ancaman pidana paling lama seumur hidup.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Comments
Loading...