Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Eropa Sempat Tidak Setuju Nama Piala Sudirman

Negara-negara Eropa ternyata sempat tak setuju dengan nama Piala Sudirman. Namun nama tokoh bulutangkis Indonesia ini akhirnya diperebutkan hingga saat ini. (@badminton.Ina/Screenshot Instagram)

MURIANEWS, Jakarta- PBSI (Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia) pada tahun 1986 mengajukan proposal Piala Sudirman ke IBF (Internasional Badminton Federation). Usulan ini disampaikan sebagai bentuk penghargaan untuk ketokohan Dick Sudirman, yang berjasa bagi perkembangan bulutangkis dunia.

Saat itu, mayoritas anggota IBF setuju dengan rencana digelarnya kejuaraan dunia bulutangkis dengan format baru ini. Namun demikian, soal nama piala ‘Sudirman’, masih menjadi perdebatan.

Penetapan nama piala bahkan masih harus menunggu sidang tahunan IBF pada tahun 1988. Negara-negara Eropa disebut keberatan dengan nama Piala Sudirman. Mereka mengajukan justru mengajukan nama Herbert Scheele sebagai nama piala.

Suharso Suhandinata, tokoh bulutangkis Indonesia, akhirnya turun tangan langsung untuk melobi agar nama Sudirman tembus jadi nama kejuaraan beregu campuran itu. Tokoh ini langsung bertemu Presiden IBF, Ian Palmer untuk memastikan hal tersebut.

BACA JUGA: Nama Sudirman di Piala Sudirman

Suharso menyinggung soal penamaan Piala Thomas dan Piala Uber yang sudah menggunakan dua tokoh asal Eropa yaitu Sir George Alan Thomas dan Betty Uber. Selanjutnya, ia bersikeras untuk kejuaraan baru ini harus menggunakan nama tokoh asal Asia.

Lobi yang dilakukan Suharso bahkan diceritakan dalam Buku Sejarah Bulutangkis Indoensia, yang dikutip CNN Indinesia. Percakapan antara Suharso dan Ian Palmer, dicantumkan dengan kutipan pembicaraan mereka.

“Dua piala itu dari Eropa kan? Jikalau dari Eropa lagi, berarti Eropa mau menguasai piala-piala yang dipertandingkan terus-menerus. Akibatnya akan timbul ketidakpuasan dari negara-negara lain, terutama kawasan Asia yang begitu kuat bulutangkisnya,” demikian dikatakan Suharso.

“Dan saya akan sangat kecewa apabila terjadi lagi perpecahan seperti dulu IBF-WBF. Saya ingin bertanya, kalau ada piala lagi, harus darimana, ” tanya Suharso pada Ian Palmer, ketika itu, seperti yang dikutip dari CNN Indonesia.

“Harus dari Asia,” jawab Ian Palmer.
“Atas nama siapa?, ” kejar Suharso.
“Sudirman,” ucap Palmer.

Suharso lalu kembali menekankan pernyataan Palmer.

“Ada suara dari anggota IBF Eropa bahwa Eropa akan mengajukan kembali orang Eropa. Bagaimana ini Ian?”

“Hal itu serahkan kepada saya. Sebagai presiden, saya berhak menentukan keputusan akhir,” tutur Palmer menjawab.

Pada akhirnya, nama ‘Sudirman’ terpilih dan disematkan sebagai kejuaraan beregu campuran. Piala Sudirman pertama kali dipertandingkan pada 1989, bersamaan dengan Kejuaraan Dunia di Jakarta.

Setelah itu, Sudirman Cup digelar dua tahun sekali pada tahun ganjil. Tahun ini Piala Sudirman digelar di Hilsinki, Finlandia. Tim Piala Sudirman Indonesia bahkan sudah berada di Hilsinki, untuk berjuang meraih gelar Piala Sudirman.

Penulis: Budi erje
Editor: Budi erje
Sumber: CNN Indonesia

Comments
Loading...