Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Nama Sudirman di Piala Sudirman

Piala Sudirman. (twitter.com)

MURIANEWS, Jakarta- Tahun ini, Piala Sudirman akan kembali dipertandingkan di Finlandia. Masyarakat Indonesia layak berbangga, karena ada nama salah satu tokohnya dijadikan sebagai nama sebuah piala untuk kejuaraan dunia bulutangkis ini.

Piala Sudirman, yang merupakan kejuaraan beregu campuran dunia badminton, namanya memang diambilkan dari nama salah satu tokoh Indonesia. Namun bisa jadi, banyak yang salah menduga tentang sosok Sudirman yang satu ini.

Bagi orang Indonesia, Sudirman selama ini selalu identik dengan tokoh pejuang kemerdekaan, Panglima Besar Jenderal Sudirman. Namun untuk Piala Sudirman ini, tidak ada hubungannya dengan tokoh besar kita yang satu itu.

Sudirman yang berkaitan dengan Piala Sudirman adalah tokoh bulutangkis Indonesia, yang nama lengkapnya Dick Sudirman. Namnya lekat dengan sejarah bulutangkis Indonesia. Tokoh ini lahir di Pematang Siantar, 29 April 1922.

BACA JUGA: Tim Sudirman Indonesia Mulai Latihan

Sempat aktif sebagai pemain badminton di zaman Jepang, Sudirman kemudian menjabat sebagai Ketua PBSI pada tahun 1952. Di bawah kepemimpinan Sudirman, PBSI menjadi organisasi yang tak hanya mengatur kejuaraan badminton di level nasional.

Indonesia mulai berusaha berbicara banyak di level internasioal. Indonesia lalu mengejutkan dunia lewat kemenangan di Piala Thomas 1958. Kemenangan di Piala Thomas 1958 itu yang jadi titik tolak Indonesia diakui sebagai kekuatan badminton dunia.

Indonesia rutin memenangkan Piala Thomas, begitu juga Piala Uber, dan All England yang saat itu dianggap ‘Kejuaraan Dunia Tak Resmi’. Kiprah Sudirman tidak hanya terbatas di level nasional. Sudirman juga punya nama dan reputasi di level dunia.

Sudirman, bersama Suharso Suhandinata- tokoh bulutangkis Indonesia lainnya, dalah sosok vital yang membuat dua federasi badminton dunia, International Badminton Federation (IBF) dan World Badminton Federation (WBF) bersatu pada 1981.

Sudirman sempat ditawari jadi Ketua IBF pada 1981 namun hal itu ditolak lantaran tujuan utama dirinya aktif hanyalah demi badminton, bukan posisi dan jabatan. Sudirman menjabat posisi sebagai Ketua PBSI pada 1952-1963 dan berlanjut pada 1967-1981. Sudirman juga jadi Wakil Ketua IBF pada 1975-1983.

Sudirman meninggal dunia pada 1986. Suharso Suhandinata yang merupakan rekan dekat Sudirman lalu berupaya mengabadikan nama Sudirman sebagai nama kejuaraan beregu campuran.

Suharso, dikutip dari Buku Sejarah Bulutangkis Indonesia, mengirim surat pribadi kepada Ketua dan Anggota IBF disertai poin-poin kuat tentang jasa Sudirman di dunia badminton. Dua wakil Indonesia di Anggota Dewan IBF, yaitu Justian Suhandinata dan Titus Kurniadi juga ditugaskan untuk memperjuangkan proposal Piala Sudirman dalam sidang IBF.

Penulis: Budi erje
Editor: Budi erje
Sumber: CNN Indonesia

Comments
Loading...