Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Menengok Gairah Perajin Batu di Jurang Kudus

Perajin batu tengah memotong batu andesit untuk dibuat cobek. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

MURIANEWS, Kudus – Desa Jurang, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, dikenal dengan sentra kerajinan batu, yang salah satu hasil kerajinannya yakni cobek dan nisan.

Sejumlah perajin cobek batu hingga kini masih bertahan di tengah kemoderenan zaman yang kini serba instan.

Salah satu perajin batu di Desa Jurang, Supriyadi mengatakan, kerajinan batu tersebut sebenarnya telah mulai dirintis oleh temannya semenjak belasan tahun silam. Hanya saja dirinya sendiri baru melanjutkan kerajinan tersebut semenjak dua tahun terakhir.

“Kerajinan cobek batu ini, sebenarnya dirintis teman saya Waskito. Dan setelah meninggal, saya yang meneruskan. Dan ini ada dua orang perajin di Kerajinan Batu Selo Waskito ini, ” katanya, Jumat (24/9/2021).

Ia menjelaskan, bahan baku batu yang digunakan yakni batu andesit. Batu andesit didapatkannya dari daerah lereng Pegunungan Muria yang kemudian diolah menjadi cobek batu dengan berbagai ukuran.

Hasil cobek dari batu produksi warga Desa Jurang, Kudus. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

Dalam proses pembuatan satu cobek batu, lanjut dia, menghabiskan waktu sekitar 30 menit. Berawal dari batu andesit berukuran besar yang dipotong dengan gerinda.

“Setelah jadi lempengan, kami belah sesuai ukuran dan ketebalan yang diinginkan. Ukuran umumnya dengan diameter 20-30 cm dan ketebalan 6-7 cm.  Setelah itu kami bentuk manual dengan pakai gerinda tangan,” jelasnya.

Baca: Tinggal Sepuluh Kasus Covid di Kudus, Jekulo Full Hijau

Pandemi pun sempat memukul dan mengurangi hasil produksi kerajinan batu Selo Waskito itu.

Dalam sebulan yang awalnya bisa menghabiskan dua kali pengiriman batu andesit di mobil bak terbuka, kini hanya separuhnya.

Tak patah arang, kerajinan batu tersebut kini pun tak hanya memproduksi cobek saja. Namun juga melayani pemesanan kustom, seperti, cobek karakter, lumpang, umpak gazebo, prasasti, batu nisan dan pemesanan barang lain yang berbahan dasar batu.

“Harganya itu menyesuaikan barang, kalau untuk cobek umunya itu sekitar Rp 30-40 ribu. Tapi kemarin sempat ada permintaan cobek itu diharga Rp 450 ribu dan batu nisan unik berbentuk persegi delapan itu sampai Rp 3 juta,” pungkasnya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...