Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Dites Antigen Acak, Dua Siswa SMP Wonogiri Positif Covid-19

Ilustrasi. Salah seorang pelajar saat mengikuti vaksinasi. (Solopos.com)

MURIANEWS, Wonogiri — Dua siswa SMP di Wonogiri terkonfirmasi positif Covid-19 berdasarkan tes cepat antigen yang digelar secara acak oleh Dinas Kesehatan Kabupaten, Kamis (23/9/2021). Kedua siswa tersebut berasal dari kecamatan Bulukerto dan Purwantoro.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Wonogiri, Adhi Dharma mengatakan, siswa Bulukerto itu dinyatakan positif, Kamis (23/9/2021). Sedangkan pelajar Purwantoro terkonfirmasi positif pada Rabu (22/9/2021).

Baca: Dites Antigen saat PTM, 130 Siswa dan Guru SMP di Klaten Negatif

“Keduanya tanpa gejala, saat ini proses tracing ke keluarga. Jadi kejadiannya sebelum vaksin, bukan setelah vaksin. Jangan sampai ada persepsi setelah vaksin malah langsung positif,” katanya seperti dikutip Solopos.com.

Atas hal itu, Adhi mengatakan PTM harus diselengggarakan dengan sangat hati-hati. Sebab sudah terbukti di daerah lain muncul klaster Covid-19 di sekolah saat menggelar PTM.

“Kebijakan Pak Bupati (Wonogiri) yang belum membolehkan PTM untuk saat ini sangat tepat. Harus hati-hati. Kami tidak mau ada lonjakan kasus Covid-19, terlebih di lingkungan sekolah,” ungkapnya.

Adhi menjelaskan adanya sampling tes antigen sebelum vaksin itu untuk mematahkan pandangan bahwa pelajar yang usianya masih muda aman dari paparan Covid-19. Justru mereka berpotensi menjadi carrier atau orang tanpa gejala yang bisa membawa virus.

Baca: Begini Kronologi Pelajar Pati yang Buang Bayinya di Bawah Jembatan

“Kalau tanpa gejala justru bisa membahayakan keluarga atau orang tua yang rawan terpapar Covid-19. Maka kami lakukan sampling tes acak. Selain itu juga untuk meningkatkan testing di Wonogiri, meskipun kasusnya sudah menurun,” ujarnya.

Testing kepada pelajar, lanjutnya, juga bertujuan memberikan kesadaran kepada masyarakat bahwa anak muda juga riskan menjadi orang tanpa gejala saat terpapar Covid-19. Jangan sampai masyarakat memikirkan anak muda aman dari Covid-19.

“Saat ini di Wonogiri sudah tidak ada lagi daerah atau kecamatan yang masuk zona merah. Bahkan ada satu kecamatan yang zona hijau. Rata-rata masuk zona kuning, zona oranye dua kecamatan,” kata Adhi.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Comments
Loading...