Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Wisata di Kudus Belum Terapkan PeduliLindungi

Ilustrasi PeduliLindungi. (MURIANEWS/Zulkifli Fahmi)

MURIANEWS, Kudus – Destinasi wisata di Kabupaten Kudus saat ini belum ada yang menerapkan scan barcode aplikasi PeduliLindungi untuk wisatawan atau pengunjung yang datang.

Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus Mutrikah membenarkan hal itu.

Alasannya, kini tengah masa pemulihan ekonomi di sektor wisata di Kudus yang baru beberapa pekan buka semenjak Kudus mulai turun ke PPKM level 2.

Menurutnya, wisatawan yang datang ke destinasi wisata milik pemerintah ataupun swasta juga tidak seramai dulu. Apalagi, masih banyak masyarakat Kudus yang kini belum tervaksin Covid-19.

“Belum ada (scan barcode PeduliLindungi, red). Karena ini kunjungannya juga masih dibatasi, belum ramai. Kendalanya masyarakat juga masih belum banyak yang tervaksin,” katanya Kamis, (23/9/2021).

Meski belum ada pemberlakuan scan aplikasi PeduliLindungi, lanjut dia, seluruh pengelola wisata telah dibatasi sesuai dengan aturan PPKM level 2. Di mana, wisatawan yang berada di destinasi wisata maksimal 25 persen dari kapasitas.

Baca: Mal di Kudus Mulai Terapkan Scan PeduliLindungi ke Pengunjung

Kemudian, ada pula satgas penanganan Covid-19 yang terus mengawasi penerapan protokol kesehatan di destinasi wisata.

“Ini juga masih ada pembatasan, belum normal sepenuhnya. Yang terpenting itu di pengetatan prokes dan pembatasanya. Kami imbau juga masyarakat yang beriwisata diutamakan yang sudah tervaksin dan menerapkan protokol kesehatan,” jelasnya.

Baca: Kini, Kategori Kuning PeduliLindungi Boleh Nonton Bioskop

Ia menyebut, hasil pantauan satgas internal dinas, saat ini protokol kesehatan yang diterapkan di sejumlah destinasi wisata sudah cukup baik. Hanya saja, memang perlu adanya pemantauan oleh satgas internal secara berkala agar masyarakat tidak lengah.

“Rata-rata kesadaran masyarakat tentang prokes sudah cukup bagus, bisa dibilang sekitar 80-90 persen,” pungkasnya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...