Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Terancam 10 Tahun Penjara, Pria di Sragen Ngaku Beli Uang Palsu Via Online

Kapolres Sragen, AKBP Yuswanto Ardi, menujukkan uang palsu Rp9,95 juta dalam gelar kasus di Mapolres Sragen, Kamis (23/9/2021). (Solopos.com)

MURIANEWS, Sragen — Polisi mengamankan Sutrisno (38) Warga Des Taraman, Kecamatan Sidoharjo, Kecamatan Sragen karena memiliki sekoper uang palsu, pertengahan Agustus lalu.

Saat ini tersangka dijerat dengan Pasal 36 Ayat (3) UU Nomor 7/2011 tentang Mata Uang dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara dan denda Rp 10 miliar.

Kepada petugas, Sutrisno mengaku mendapatkan uang palsu senilai Rp 9,95 juta dari seorang melalui online. Untuk mendapatkan upal sebanyak itu, ia rela membayar Rp 1 juta kepada seorang yang saat ini masih diselidiki oleh aparat itu.

“Saya dapat infonya dari medsos. Saya kirim uang Rp1 juta, lalu saya dapat kiriman Rp 10 juta,” ujar Sutrisno seperti dikutip Solopos.com, Kamis (23/9/2021).

Baca: Polisi Temukan Sekoper Uang Palsu dari Rumah di Jirapan Sragen

Sutrisno mengaku belum mengedarkan uang tersebut. Rencananya, uang palsu itu akan diberikan kepada salah satu dukun penggandaan uang. Langkah itu ia lakukan sebagai balas dendam karena ia pernah menjadi korban dari dukun penggandaan uang.

Walau sudah menyetor total uang asli Rp 400 juta kepada beberapa dukun di luar Sragen, Sutrisno tidak pernah mendapatkan uang yang dijanjikan berlipat ganda.

“Jadi dia pernah tertipu oleh dukun penggandaan uang, lalu berniat balas dendam dengan menipu balik dukun penggandaan uang itu,” jelas Kapolres Sragen, AKBP Yuswanto Ardi, pada kesempatan itu.

Baca: Pengedar Upal di Jepara Ternyata Resedivis, Ditangkap karena Curi Kambing Pakai Avanza

Kapolres menjelaskan penangkapan terhadap tersangka bermula dari pengembangan dugaan kasus pidana lain. Saat menggeledah rumah milik orang lain yang ditinggali tersangka, polisi menemukan sebuah koper warna hitam yang di dalamnya terdapat upal Rp 9,95 juta. Polisi kemudian menangkap tersangka yang saat itu tengah bersembunyi di salah satu hotel di Sragen. Kapolres mengakui untuk mendeteksi uang itu palsu cukup mudah.

“Ada tanda air, tapi tidak tembus pandang. Pitanya dicetak kasar. Permukaan halus dan daya tahan uang palsu itu kurang baik. Terbukti kalau dicelupkan ke air, jadi mudah sobek. Hal itu juga diperkuat keterangan dari pihak BI [Bank Indonesia] yang menyatakan uang itu palsu,” terang Kapolres.

Tersangka dijerat dengan Pasal 36 Ayat (3) UU No. 7/2011 tentang Mata Uang dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara dan denda Rp 10 miliar.

“Keberadaan uang palsu sangat meresahkan warga. Apalagi di situasi pandemi yang serba sulit ini. Jangan sampai masyarakat tambah dirugikan karena peredaran upal itu,” jelas Kapolres.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Comments
Loading...