Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Tujuh Siswa dan Guru Positif Covid, Dinkes Kota Semarang: Bukan Klaster

Salah seorang pelajar saat mengikuti swab Covid-19. (Pemkot Semarang)

MURIANEWS, Semarang – Sebanyak tujuh siswa dan guru di Kota Semarang terpapar Covid-19. Temuan itu diketahui usai Dinas Kesehatan Kota Semarang melakukan skrining deteksi Covid-19 ke sejumlah sekolah.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Moh Abdul Hakam mengatakan, tujuh kasus tersebut ditemukan di empat sekolah dasar.

Meski begitu, dia memastikan tidak ada klaster penularan Covid-19 di sekolah yang bersangkutan karena hasil tracing kontak erat menunjukan negatif Covid-19. Setiap kasus dilakukan tracing setidaknya 15 kontak erat.

“Tujuh kasus itu dari empat sekolah. Sesuai kami lakukan tracing, kami sifatnya hanya menyampaikan rekom. Ada dua sekolah yang kemarin dua minggu sementara berhenti dulu,” kata Hakam seperti dilansir dari Laman Pemkot Semarang, Kamis (23/9/2021).

Siswa dan guru yang terpapar Covid-19, sambung Hakam, merupakan orang tanpa gejala. Setelah dilakukan penelusuran, penularan tidak terjadi di sekolah. Indek kasus bisa saja terjadi di rumah atau tempat umum yang dikunjungi siswa maupun guru yang terpapar Covid-19.

“Satu sekolah paling temuan hanya satu atau dua. Kontak erat kami periksa minimal 15 orang. Hasilnya negatif,” tambahnya.

Menurutnya, kasus Covid-19 yang terjadi pada anak SD dimungkinkan karena mereka belum dilakukan vaksinasi. Maka dari itu, dia mengimbau setiap sekolah tidak lengah dalam menerapkan protokol kesehatan ketat. Guru wajib memakai masker saat mengajar. Begitu juga dengan siswa yang mengikuti pembelajaran offline.

“Jangan sampai mengajar hanya pakai faceshield saja. Guru wajib pake masker. Kami minta dengan penuh kesadaran protokol kesehatan ditaati,” tegasnya.

Jika kondisi badan baik siswa maupun guru sedang tidak fit, Hakam menyarankan untuk tidak berangkat sekolah terlebihdahulu. Hal itu untuk meminimalisir terjadinya penyebaran Covid-19. Dia berharap, ada kejujuran baik dari siswa maupun guru apabila merasa kondisi sedang tidak baik.

Selain menemukan kasus di sekolah, Dinas Kesehatan juga menemukan satu kasus di pasar. Selama dua pekan, petugas melakukan skrining secarab random di sekolah, pasar tradisional, dan pasar modern.

“Dari 3.500 – 4.000 spesimen, kami temukan delapan kasus. Tujuh di sekolah, satu di pasar.

Dia menekankan, skrining Covid-19 akan terus dilakukan untuk meminimalisir terjadinya kasus mengingat saat ini hampir seluruh sektor sudah kembali dibuka. Sebagian besar masyarakat sudah beraktivitas seperti semula. Sehingga, penularan perlu diwaspadai.

“Kata kuncinya lebih baik kita melakukan preventif dari pada ya g tertular banyak, walauphn sifatnya random. Skrining akan terus dilakukan. Minggu kemarin sekolah, pasar, sekarang perkantoran. Ini siklusnya muter terus,” terangnya.

 

Reporter: Supriyadi
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...