Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Usaha Terindikasi Abal-Abal, Ratusan Pemohon BPUM di Wonogiri Dicoret

Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (KUKM) dan Peeindustrian dan Perdagangan (Perindag) Wonogiri, Wahyu Widayati, di ruang kerjanya, Rabu (22/9/2021). (Solopos.com/M. Aris Munandar)

MURIANEWS, Wonogiri – Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (KUKM) dan Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Kabupaten Wonogiri terpaksa tak mengirimkan berkas ratusan pemohon program Bantuan Untuk Pelaku Usaha Mikro (BPUM) ke Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM).

Langkah itu dilakukan lantaran, usaha ratusan pemohon yang diajukan tersebut terindikasi abal-abal. Hal tersebut setelah pihaknya melakukan verifikasi program BPUM di tingkat kabupaten.

“Berdasarkan data yang kami lihat ada usaha yang meragukan. Sehingga tidak kami usulkan ke kementerian, meskipun data pemohon itu sudah lengkap,” kata Kepala Dinas KUKM dan Perindag Wonogiri, Wahyu Widayati seperti dikutip Solopos.com, Rabu (22/9/2021).

Wahyu mencontohkan, pemohon yang terindikasi atau dicurigai usahnya tidak nyata atau abal-abal dapat terdeteksi melalui lampiran foto jenis usaha. Wahyu pun memperlihatkan tiga berkas pemohon.

Dalam berkas itu latar belakang dan jenis usaha di lampiran foto sama, hanya beda orang saja. Dalam tiga foto itu watermark dari handphone sama, menunjukkan salah satu merk handphone.

”Foto usaha dan backgroundnya sama, hanya beda orangnya. Ini contoh yang kami dapati dalam proses verifikasi. Para petugas saya perintahkan untuk semakin teliti, sehingga benar-benar tersaring,” ungkap dia.

Wahyu belum bisa memastikan secara pasti berapa jumlah pemohon yang terindikasi usahanya tidak benar. Ia memperkirakan jumlahnya lebih dari 100 pemohon BPUM selama 2021.

”Dinas [KUMM dan Perindag] mempunyai kewenangan untuk tidak mengusulkan atau meneruskan permohonan seperti itu. Kasihan yang benar-benar mempunyai usaha,” ujar dia.

Sebelumnya, Bupati Wonogiri Joko Sutopo saat memberikan arahan kepada Kepala Desa terkait seleksi perangkat desa Senin (13/9/2021) lalu, mengingatkan kepada para kepala desa untuk berhati-hati dalam mengeluarkan Surat Keterangan Usaha sebagai syarat bantuan BPUM. Ia tidak menginginkan kewenangan itu menimbulkan potensi masalah karena lemahnya verifikasi di lapangan .

“Syaratnya jelas. Bantuan ini untuk usaha yang sudah aktif sebelum pendemi. Karena itu kami tekankan agar para kades hati-hati, harus lebih cernat. Dirasani tidak apa-apa daripada ada persoalan,” ungkap Joko Sutopo.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Comments
Loading...