Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Ahha PS Pati Tidak Terpengaruh Disebut Kuasai Kungfu

Saiful Arifin saat memberikan keterangan kepada wartawan (MURIANEWS/Cholis Anwar)

MURIANEWS, Pati- Komentar Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka yang menyebut Ahha PS Pati/Putra Safin Grup (PSG) Pati, ‘menguasai kungfu’ mendapatkan tanggapan. Pihak Ahha PS Pati melalui Komisarisnya, Saiful Arifin memberikan tanggapan atas komentar pedas itu.

Menjelang digulirkannya Liga 2, komentar dari Gibran ini jelas memberi aroma panas, mengingat Persis Solo dan Ahha PS Pati berada di grup yang sama. Mereka tergabung di Grup C, dan akan segera memulai pertandingan di Stadion Manahan Solo.

Komentar Gibran dilatar belakangi kejadian pada pertandingan ujicoba Ahha PS Pati melawan Persiraja Banda Aceh beberapa waktu lalu. Pada ujicoba yang digelar di Jakarta itu, salah satu pemain Ahha PS Pati mempertontonkan aksi tendangan kungfu.

Saiful Arifin, yang juga wakil Bupati Pati itu mengatakan, apa yang dikatakan Gibran itu adalah bentuk psy-war. Pihaknya menganggap bukan menjadi persoalan. Namun, ucapan seperti itu menurutnya tidak sepatutnya diungkapkan oleh seseorang seperti Gibran.

BACA JUGA: Kompetisi Liga 2 Dimulai Dari Solo

“Tidak gentar! Mesti semangat. Bola itu bundar. Meskipun melawan tuan rumah. Kami tidak takut dikasih psy war apapun. Kami siap, yang terpenting adalah bagaimana supaya di lapangan nanti bermain dengan baik dan fair play,” katanya usai pelepasan Tim Ahha PS Pati, di pendopo Kabupaten Pati, Rabu (22/9/2021).

SSaiful Arifin atau yang lebih akrab disapa Safin, juga mengatakan, tuan rumah itu mestinya memberikan kenyamanan untuk seluruh klub peserta. Sehingga saat pertandingan dimulai, tidak terjadi hal-hal yang tidak dinginkan.

“Tapi kalau agak takut-takut dengan Pati, mungkin bahasanya jadi seperti itu,” selorohnya, sambil tertawa lebar.

Safin berharap, pihak tuan rumah bisa menjaga keamanan dan kebersamaan di antara segenap tim yang berkompetisi.

“Tuan rumah (mestinya memikirkan) bagaimana menjaga keamanan dan kebersamaan, memastikan fair play, kami berharap seperti itu saja,” kata dia.

Terkait dengan insiden ‘tendangan kungfu’ yang melatar belakangi komentar Gibran, Manajer Tim Ahha PS Pati, Doni Setiabudi alias Jalu menilai hal itu sudah berlalu. Menurutnya insiden seperti itu di sepakbola masih wajar bisa terjadi.

“Saya pikir itu lumrah. Solo kan jadi tuan rumah. Kalau ada psy-war, itu jadi unsur entertainment (hiburan). Kalau saya pribadi sih bilang ke anak-anak, tidak perlu pikirkan itu. Cukup bungkam dengan prestasi dan kemenangan,” tutupnya.

Reporter: Cholish Anwar
Editor: Budi erje

Comments
Loading...