Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Antisipasi Varian Baru, Pemkot Pastikan Bandara Ahmad Yani Tak Layani Penerbangan Internasional

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi. (Humas Pemkot Semarang)

MURIANEWS, Semarang – Pemerintah Kota Semarang kembali memperketat pintu masuk Ibu Kota Jawa Tengah. Salah satunya dengan tidak menerima penerbangan internasional. Hal itu dilakukan guna menghindari penyebaran Covid-19 varian baru.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan, langkah Pemkot Semarang itu mengikuti instruksi dari Pemerintah Pusat yang mana jalur masuk internasional hanya dilakukan di beberapa titik.

“Penerbangan internasional saat ini hanya melalui dua bandara yakni Bandara Soekarno-Hatta dan Sam Ratulangi,” katanya dalam siaran pers di laman Pemkot Semarang.

Artinya, lanjutnya, Bandara internasional Ahmad Yani tidak menerima penerbanganan internasional. Menurutnya, hal yang perlu ditekankan yakni perjalanan melalui pelabuhan.

Baca: Varian Mu Belum Terdeteksi di Indonesia, Kemenkes: Tetap Waspada!

“Kami punya Tanjung Emas. Kami koordinasi dengan Pelindo dan KKP supaya turis-turis yang masuk benar-benar dilakukan pengecekan dengan ketat,” terang Hendi.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Moh Abdul Hakam mengatakan, varian baru MU ini secara teori dapat menurunkan imunitas.

Namun ternyata secara penitian, varian baru yang ditemukan pada Januari ini belum terbukti menyebar secara cepar seperti varian delta. Varian MU juga belum terbukti menyebabkan angka mortalitas yang tinggi.

“Ini masih jadi penelitian lebih lanjut. Dari awal, itu bisa menurunkan imunitas. Ini harus kita cari lagi bagaimana siklus hidup virus tersebut,  apakah akan melawan antibodi atau sistem kekebalan tubuh yang ada di tubuh kita atau bagaimana,” terang Hakam.

Baca: Varian Covid-19 Mu vs Delta, Lebih Ganas Mana?

Menurutnya, vaksinasi yang saat ini masih digencarkan di Indonesia yakni vaksin Sinovac, Moderna, maupun Sinopharm masih sensitif terhadap varian baru Covid-19 MU.

Screening atau deteksi Covid-19 mulai digencarkan diantaranya pasar dan sekolah yang saat ini mulai melakukan pembelajaran tatap muka (PTM).

Dia meminta masyarakat tidak terlalu euforia walaupun Semarang sudah memasuki level 2. Dia ingin masyarakat tetap sehat dan tidak ada penularan varian baru. Sehingga, mereka bisa beraktivitas serta dapat meningkatkan produktivitas.

Dia mengimbau masyarakat terutama lansia di atas 60 tahun atau masyarakat yang mempunyai penyakit penyerta untuk tetap tertib terhadap protokol kesehatan diantaranya memakai maaker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan mengurangi mobilitas.

“Pasien-pasien yang tidak tertolong biasanya usia lanjut dan memiliki penyerta lebih dari dua,” tambahnya.

 

Reporter: Supriyadi
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...