Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Dugaan Pelanggaran PSIS Bergulir ke Komite Wasit

Buntut dugaan pelanggaran di partai PSIS Vs Persija, bergulir ke Komite Wasit PSSI. (facebook.com/harinuryulianto22)

MURIANEWS, Jakarta- Terhadap dugaan pelanggaran PSIS Semarang saat berhadapan dengan Persija, Komdis PSSI sudah mengambil sikap. Komdis PSSI menyatakan PSIS tidak melakukan pelanggaran. Kesalahan itu ada di pengawas pertandingan dan wasit cadangan.

Setelah melakukan investigasi, Komdis PSSI juga menyampaikan rekomendasi kepada Komite Wasit PSSI untuk mengambil langkah lanjutan. Hal ini berkaitan dengan adanya dugaan kesalahan yang dilakukan pengawas pertandingan dan wasit cadangan dalam pertandingan itu.

Komdis PSSI menyatakan bahwa PSIS Semarang tidak melanggar regulasi dan melihat komunikasi antara pengawas pertandingan dengan wasit cadangan dan GC kurang berjalan dengan baik.

“Juga Keteledoran perangkat pertandingan dan panitia penyelenggara yang kurang cermat. Komdis menyerahkan kasus kelalaian perangkat pertandingan partai Persija kontra PSIS ini kepada Komite Wasit PSSI,” demikian pernyataan dari Komdis PSSI seperti yang dilansir dari situs resmi PSSI, Rabu (22/9/2021).

BACA JUGA: Komdis PSSI Sebut PSIS Terbukti Tak Bersalah

Komdis menganggap wasit sebagai elemen terpenting dalam penerapan laws of the game dalam pertandingan. Integritas, ketegasan, dan keberanian wasit dalam menjalankan aturan sangat diperlukan untuk melancarkan suati pertandingan.

“Jadi sekarang, kasusnya berada di tangan Komite Wasit PSSI untuk memutuskan. Mereka akan segera bersidang untuk memutuskan hal ini,” kata Ketua Komdis PSSI, Erwin Tobing.

Sementara itu, CEO PSIS, Yoyok Sukawi menampik keras tuduhan pelanggaran ini, sejak kabar ini mengembang di public. Dalam kejadian yang dimaksud sebagai pelanggaran itu, menurut Yoyok pihaknya berencana memasukkan Jonathan Cantillana dan Andreas Ado berbarengan.

Dalam hal ini PSIS mengajukan permohonan untuk memasukan Jonathan Cantillana dan Andreas Ado dalam satu formulir di kesempatan kedua pergantian pemain. Saat itu, oleh wasit cadangan tidak dimasukan secara berbarengan ke lapangan.

“Formulir pergantian yang diberikan ke klub cuma tiga. Kok bisa empat kali pergantian? Caranya bagaimana? Sekarang sedang ramai dibilang kami menggunakan empat kali kesempatan,” kata Yoyok memberikan klarifikasi.

“Pergantian pertama kami itu betul, pakai kertas yang pertama. Pergantian kedua kami memohon untuk mengganti dua pemain langsung. Isinya Jonathan Cantillana dan Andreas Ado. Dua pemain ini sudah berdiri di depan wasit cadangan,” lanjut Yoyok.

“Namun, Andreas Ado disuruh kembali oleh wasit cadangan. Katanya ‘Satu saja, yang satu nanti’. Padahal saat itu, kami sudah bicara bahwa formulir kami untuk dua pergantian. ‘Iya tidak apa-apa.’ Kata wasit cadangan begitu. Dia bilang papan pergantian pemain cuma satu,” ucap Yoyok menjelaskan.

Setelah beberapa menit sejak Jonathan sudah berada di lapangan, wasit cadangan baru memberi kesempatan Andreas Ado baru masuk ke lapangan untuk menggantikan Komarudin. Inilah yang kemudian menjadi issu tidak mengenakan bagi PSIS Semarang.

Sedangkan, Frendi Saputra yang turun pada menit ke-88 untuk menggantikan Fredyan Wahyu didaftarkan dengan menggunakan kesempatan pergantian terakhir.

“Apakah PSIS menyalahi regulasi? Pergantian terakhir kami itu pakai kertas yang ketiga. Kesimpulannya, kalau sesuai regulasi itu tiga kesempatan, yang jadi masalah harusnya ganti dua pemain sekaligus,” imbuh Yoyok.

“Itu berarti wasit keempatnya salah dan general coordinator juga salah. Pengawas pertandingan juga salah. Namun di media sosial, bunyinya malah PSIS melanggar regulasi. Setiap klub pasti dapat formulir tiga pergantian pemain. Tidak pernah kami dapat lebih dari tiga. Tidak mungkin,” kata Yoyok dengan sengit.

Penulis: Budi erje
Editor: Budi erje
Sumber: Bola

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.