Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Pihak yang Buka Penyegelan Tower di Mijen Kudus Tuding Ada Provokator

Kuasa Hukum area Kudus yang mendampingi PT DMT menunjukkan surat kuasa. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

MURIANEWS, Kudus – Oknum yang sebelumnya disebut warga mengaku sebagai polisi dan membuka penyegelan tower di Desa Mijen, Kecamatan Kaliwungu, Kudus, buka suara. Kasus ini pun telah dilaporkan ke pihak kepolisian.

Pihak yang disebut warga sebagai oknum yang mengaku polisi itu ternyata pihak kuasa hukum dari PT Daya Mitra Telekomunikasi (DMT) sebagai pemilik tower.

Bima Agus Murwanto, kuasa hukum PT DMT Area Kudus mengaku jika kedatanganya bersama rombongan perwakilan PT DMT beberapa hari lalu, untuk mengecek kondisi tower. Dirinya juga menampik telah mengaku sebagai anggota kepolisian.

“Saya itu lawyer sebagai pendamping, bukan mengaku dari anggota kepolisian. Dan kami juga sudah bilang kepada warga bahwa kami dari perwakilan PT DMT,” katanya, Rabu (22/9/2021).

Ia mengatakan, kedatangan mereka ke lokasi tower untuk melakukan pemeriksaan. Pasalnya, tower itu tidak berfungsi.

”Itu yang datang juga sama karyawan yang akan mengecek dikira ada kerusakan, malah (ternyata, red) dimatikan warga,” ungkapnya.

Kedatangan mereka tempo hari, menurutnya juga sudah sesuai prosedur. Menurutnya ada salah oknum warga yang menjadi provokator dalam masalah tersebut.

Dirinya juga menyebut telah dimintai keterangan Polres Kudus.

“Sudah kami berikan keterangan dan juga bukti video kepada polisi. Padahal yang dirugikan itu kami, dan harusnya tidak main hakim sendiri seperti itu,” ucapnya.

Baca: Oknum Ngaku Polisi Buka Paksa dan Rusak Penyegelan Tower di Mijen Kudus

Sementara Lawyer Internal PT DMT Saut Simbolon mengatakan, tower tersebut awalnya milik Telkomsel, dan kini berpindah tanagan ke PT DMT. Ia menyebut, jika dokumen perizinan tower yang dipersoalkan warga tersebut telah komplit.

“Tower itu berdiri 2003 dokumen izin lengkap, termasuk sosialisasi ke warga juga sudah. Pindah tangan itu sejak 14 Oktober 2020, dan kami juga tidak mungkin menerima tanpa adanya dokumen lengkap,” terangnya.

Menurutnya masyarakat jika ingin menanyakan kelengkapan dokumen perizinan, harus melalui pihak yang berwenang yang bersinggungan dengan perizinan tower.

“Kami tidak bisa menunjukkan dokumen itu sembarangan, dan harus dihadapan instansi berwenang dalam hal ini pemerintah, ataupun aparat penegak hukum,” ungkapnya.

Baca: Oknum Ngaku Aparat yang Buka Paksa dan Rusak Segel Tower di Mijen Kudus Dilaporkan Polisi

Pihaknya juga menyayangkan aksi PENYEGELAN tower yang dilakukan warga. Apalagi adanya pemutusan arus listri, berdampak pada pelayanan telekomunikasi.

“Otomatis itu sangat mengganggu jaringan telekomunikasi. Apalagi itu tanah hak milik, bukan sewa, dan prosedur perizinan dari awal juga ada,” imbuhnya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...