Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Tersisa Satu Pasien Covid di Rumah Sakit Kudus

Nakes tengah melintasi koridor Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus. (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Jumlah kasus aktif Covid-19 di Kabupaten Kudus hingga Selasa (21/9/2021) siang kini tercatat sebanyak 14 orang. Dari jumlah tersebut, 13 di antaranya isolasi mandiri, dan hanya satu orang sisanya menjalani perawatan di rumah sakit rujukan.

Sementara untuk akumulasi kasus Covid-19 di Kudus, kini berada di angka 16.820 orang. Sebanyak 15.424 orang di antaranya pun sudah dinyatakan sembuh. Kemudian 1.382 meninggal dunia.

Selain itu, Kabupaten Kudus juga masih memiliki setidaknya 55 suspek yang kini tengah dalam masa perawatan. Sebanyak 22 di antaranya kini menjalani perawatan di rumah sakit. Sementara 33 sisanya menjalani isolasi mandiri.

“Kasus Covid-19 di Kabupaten Kudus masih melandai hingga awal pekan ini,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus Badai Ismoyo.

Walau demikian, pihaknya mengingatkan kepada semua warga Kudus untuk tetap mematuhi protokol kesehatan yang berlaku.

Yakni memakai masker ketika berada di luar ruangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas. Hal tersebut dikarenakan, wabah virus Covid-19 di Kabupaten Kudus masih belum rampung.

“Kami ingatkan untuk terus menerapkan protokol kesehatan yang berlaku, jangan sampai lengah dan jangan sampai terlena,” sambungnya.

DKK Kudus, tambah dia, juga mulai melakukan kajian untuk mengantisipasi adanya lonjakan ketiga kasus Covid-19 di Kota Kretek. Terlebih, adanya varian baru Covid-19 jenis MU mulai terdeteksi di sejumlah negara.

Namun untuk sementara, pihak DKK akan melakukan upaya preventif terlebih dahulu. Sembari menyiapkan langkah kuratif bila terjadi hal yang tak diinginkan.

“Tentunya ada kajian dan kemungkinan ke arah sana, karena ada banyak sebab. Inilah yang akan kita antisipasi semuanya,” kata Badai.

Salah satu yang akan dilakukan dalam waktu segera adalah pelaksanaan swab antigen acak di sejumlah fasilitas umum maupun lokasi kerumunan. Langkah tersebut diangap penting ketika masyarakat Kudus mulai merasa sudah terbebas dari Covid-19.

“Kalau tiba-tiba ada apa-apa dan kita tidak tahu kan bahaya, inilah salah satu langkah yang akan kami lakukan ke depan,” jelasnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...