Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Pacquiao Disuruh Keluarganya Pensiun

Karena dorongan dari pihak keluarga, Many Pacquiao akhirnya menyatakan pensiun dari ring tinju. (facebook.com/MannyPacquiao)

MURIANEWS, Manila- Petinju legendaris Manny Pacquiao secara efektif mengumumkan pengunduran dirinya dari olahraga setelah 72 pertarungan profesionalnya. Petinju Filipina ini mengkonfirmasi telah pensiun dari dunia tinju.

Pacquiao adalah mantan juara dunia delapan kelas berbeda. Selama karirnya telah secara luas dipandang sebagai salah satu bintang ‘pound-for-pound’ terbesar sepanjang masa. Pada pertandingan terakhirnya, ia menderita kekalahan melawan Yordenis Ugas dengan angka mutlak.

Sejak itu, Pacquiao telah memberikan sinyal mengenai kemungkinan dirinya akan menyelesaikan karir tinjunya. Pria berusia 42 tahun itu menyatakan, dorongan keluarga telah membuat dirinya mengambil keputusan.

Pihak keluarga telah meminta agar si petinju mengakhiri pekerjaan bertinjunya. Kemudian dipersilahkan untuk terus menekuni dunia politik, dan memulai untuk merintis menjadi presiden Filipina.

BACA JUGA: Kondisi Pacquiao ‘Mengkuatirkan’, Usai Kalah Dari Yordenis Ugas

‘Karier tinju saya? Karier tinju saya sudah berakhir. Itu dilakukan karena saya sudah lama bertinju dan keluarga saya mengatakan itu sudah cukup. Saya hanya melanjutkan [ke tinju] karena saya bersemangat tentang olahraga ini,” ujar Pacquiao, seperti dikutip dari Daily Mail, Selasa (21/9/2021).

Dengan demikian, Pacquiao kini memiliki rekor bertinju 62 kemenangan, dengan 39 diantaranya menang KO. Sedangkan kekalahannya menjadi 8 kali dan dua kali imbang. Sebuah rekor yang cukup pantas jika akhirnya disebut sebagai salah satu legenda tinju dunia.

Setelah memulai karir profesionalnya pada tahun 1995, Pacquaiao mulai menarik perhatian dunia saat memenangkan gelar dunia pertamanya di kelas terbang pada tahun 1998. Selanjutnya ia juga berhasil merebut gelar di kelas bantam super pada tahun 200.

Untuk gelar juara dunia kelas bulu, Pacquaio berhasil merebutnya pada tahun 2004, untuk kemudian naik ke kelas super welter dan merampas gelar juara dari Keith Thurman pada tahun 2019.

Meski menyatakan pensiun dari tinju, Pacquiao mengaku tetap akan meninggalkan tinju sepenuhnya. Pengalaman dan pengetahuan bertinjunya akan terus disampaikan pada petinju-petinju generasi muda di Filipina.

“Saya hanya akan mendukung petinju muda Filipina, agar kami memiliki juara dunia lagi,” ujar Pacquiao dengan tetap bersemangat.

Penulis: Budi erje
Editor: Budi erje
Sumber: Daily Mail.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.