Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Tanpa Tiki Taka Barcelona Ditahan Imbang Granada

Tanpa tiki-taka, Barcelona ditahan imbang Granada di LaLiga. (facebook.com/GRANADA)

MURIANEWS, Barcelona- Tim Barcelona semakin menghadapi situasi sulit di tengah memburuknya situasi keuangan mereka. Di pertandingan La Liga pekan ke-5 mereka ditahan imbang Granada 1-1, di Camp Nou, Selasa (21/9/2021) dinihari.

Barcelona yang menghadapi masalah ‘mental’ sejak kekalahan melawan Baryern Munich tengah pekan lalu, bahkan nyaris kalah di kandang sendiri. Granada yang kerap menyulitkan Barcelona, unggul dulu sejak menit ke-2 melalui gol Domingos Duarte.

Tampil dengan tanpa ciri khasnya selama ini, Tiki-Taka, Barcelona bahkan baru bisa menyamakan kedudukan pada menit ke-90. Gol Ronald Araujo menghindarkan Barcelona dari kekalahan memalukan.

Perihal tidak adanya Tiki-Taka di timnya, pelatih Barcelona Ronald Koeman, mengakui hal itu. Menurutnya, Barcelona malah sering menggunakan pola permainan melebar dengan umpan-umpan silang monoton di sepanjang pertandingan.

Koeman juga tidak menampik, bahwa pola permainan timnya itu justru berlawanan dengan prinsip tiki-taka. Tidak ada umpan-umpan pendek dengan sentuhan-sentuhan indah yang biasa menjadi ciri khas Barcelona selama ini.

Pilihan itu diakui Koeman memang yang dipilihnya setelah melihat kualitas dan materi pemain yang dimilikinya. Jika menggunakan permainan terbuka tiki-taka, dirinya kuatir timnya malah akan menderita kebobolan lebih banyak.

BACA JUGA: Ronald Koeman Tak Takut Dipecat Barcelona

“Lihat daftar skuad. Kami melakukan yang bisa kami lakukan. Kami tak punya pemain yang masih bertahan dari era tiki-taka. Kami harus memainkan gaya kami sendiri,” ujar Koeman usai pertandingan.

Koeman juga bersikeras, bahwa Barcelona saat ini bukanlah Barcelona di delapan tahun lalu. Terlepas banyaknya kekecewaan atas hasil imbang ini, Koeman bahkan tetap memuji para pemainnya sudah tampil bagus dengan gaya permainan yang berbeda ini.

“Saya rasa kami tampil baik, dan dengan lebih banyak waktu, kami bisa saja menang. Sistem dasar kami 4-3-3 di babakpertama, dan kemudian saya harus membuat perubahan berdasarkan pemain yang saya miliki di bangku cadangan,” kata Koeman lagi.

Granada sendiri menurut Koeman tampik dengan pertahanan rapat dan disiplin tinggi. Setelah mereka mencuri gol, mereka bermain dengan banyak pemain di belakang dan menyulitkan penyerangnya. Hasil imbang tetap merugikan timnya.

“Tidak ada celah. Mereka bertahan dengan banyak pemain di belakang. Setidaknya kami bisa mencetak gol penyama kedudukan meski kehilangan dua poin adalah hal buruk. Kami tentu tak bisa merasa gembira bermain imbang lawan Granada,” tegas Koeman.

Penulis: Budi erje
Editor: Budi erje
Sumber: CNN Indonesia

Comments
Loading...