Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Dewan Desak Pemkab Kudus Tak Ulur Waktu Bahas Perubahan APBD

DPRD Kudus. (MURIANEWS)

MURIANEWS, Kudus – Wakil Ketua Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kudus, Anis Hidayat mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus untuk segera membahas Perubahan APBD 2021 sesegera mungkin.

Pasalnya, pekerjaan rumah Pemkab Kudus yang berkaitan dengan kesejahteraan warga Kudus bergantung di anggaran tersebut.

Di antaranya adalah perbaikan prioritas bagi sekolah-sekolah rusak, perbaikan jalan rusak, hingga gaji para pekerja outsourcing di lingkungan Pemkab Kudus. Serta yang paling utama adalah BLT buruh rokok.

“Harus segera dibahas, ini kenapa lama sekali padahal di sana juga ada banyak kepentingan masyarakat,” kata dia, Selasa (21/9/2021).

DPRD sendiri, kata dia, juga masih belum menerima draf perubahan APBD tersebut. Oleh karenanya pihaknya ingin pemkab tidak mengulur-ulur waktu untuk pembahasan APBD Perubahan ini.

“Sekarang pembelajaran tatap muka sudah dimulai, banyak sekolah rusak butuh perbaikan, jangan sampai ditunda-tunda lagi. Gaji para outsourcing petugas kebersihan juga dianggarkan di sana,” ujarnya.

Diketahui, sejumlah anggaran penting dialokasikan Pemkab Kudus pada Perubahan APBD 2021 tersebut. Mulai dari perbaikan sekolah rusak, hingga bantuan langsung tunai (BLT) untuk buruh rokok.

Baca: DPRD Kudus: Segera Cairkan BLT Buruh Rokok!

Untuk BLT buruh rokok sendiri, Pemkab mengalokasikan Rp 45 miliar dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).

Jumlah tersebut, diperuntukkan bagi 70 ribu penerima yang merupakan buruh rokok aktif di berbagai pabrik rokok di Kabupaten Kudus.

Hanya, untuk teknis pencairannya nanti tetap akan menunggu aturan teknis dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk penyaluran untuk BLT tersebut. Terlebih, Pemprov Jateng juga akan menyalurkan BLT buruh rokok di Jawa Tengah.

 

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...