Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Nggak Mau Kecolongan, Pemerintah Perketat Pintu Masuk Luar Negeri

Suasana Terminal 3 kedatangan internasional Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Kamis, 5 Maret 2020. (TEMPO/M Taufan Rengganis)

MURIANEWS, Jakarta – Pemerintah kembali memutuskan perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Keputusan berdasarkan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam rapat terbatas itu disampaikan Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan.

Dalam konfrensi pers yang disiarkan di Kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (20/9/2021), Luhut mengatakan pemerintah akan memperketat pintu masuk atau kedatangan dari luar negeri. Baik warga negara Indonesia maupun warga asing, tanpa terkecuali akan diperketat. Sebab, peningkatan kasus bisa terjadi sewaktu-waktu.

“Salah satu risiko berasal dari luar negeri, melihat kasus tingginya kasus di beberapa negara tetangga. Kami tidak ingin kecolongan karena luasnya varian baru, seperti Mu dan Lamda masuk ke Indonesia,” katanya dalam konferensi pers virtual, Senin (20/9/2021).

Oleh karena itu untuk mencegah hal tersebut terjadi, pemerintah akan membatasi pintu masuk perjalanan internasional ke Indonesia, dan memperketat proses karantina bagi warga yang datang dari luar negeri.

Luhut mengatakan pintu masuk dari luar negeri melalui perjalanan udara hanya melalui Jakarta dan Manado. Kemudian untuk angkutan laut juga dibatasi.

“Khusus pintu masuk udara hanya Jakarta dan Manado. Laut Batam, Tanjung Pinang, darat hanya dapat dibuka di Aruk, Entikong, Nunukan, dan Motaain. Ini kita belajar dari sebelumnya, di mana kita mungkin melakukan kesalahan. Kita tidak ingin melakukan kesalahan itu lagi,” katanya.

Selain meningkatkan pengawasan di pintu masuk dari luar negeri, pemerintah memperketat karantina. Untuk mereka yang datang dari luar negeri, tanpa terkecuali akan dikarantina selama delapan hari dan dilakukan Tes PCR tiga kali.

“Pemerintah meningkatkan kapasitas karantina dan testing, terutama di pintu masuk darat. TNI-Polri akan ditugaskan untuk meningkatkan pengawasan di jalur-jalur tikus baik di darat dan laut yang jumlahnya beberapa ratus,” katanya.

Di awal paparannya, Luhut juga mengatakan pandemi COVID-19 terkendali. Namun tetap harus waspada.

“Pandemi COVID-19 di Indonesia telah terkendali. Tetapi presiden mengingatkan kami agar super waspada. Bukan tidak mungkin ada gelombang ketiga,” kata Luhut.

 

Penulis: Zulkifli Fahmi
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...