Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Pimpinan Teroris Poso Tewas Tertembak, Aparat Kejar DPO Lainnya

Sejumlah prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Madago Raya melakukan patroli di pergunungan Manggalapi, Sigi, Sulawesi Tengah, Senin (16/8/2021). (ANTARA FOTO/Rangga Musabar/bmz)

MURIANEWS, Jakarta – Kepolisian Polda Sulawesi Tengah telah menyatakan pimpinan teroris Poso atau Mujahidin Indonesia Timur, Ali Ahmad alias Ali Kalora tewas dalam baku tembak dengan Satgas madago Raya di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Sabtu (18/9/2021), sekitar jam 17.20 WITA.

Selain Ali Kalora, dalam insiden baku tembak itu juga menewaskan satu anggota MIT yang juga DPO teroris Jaka Ramadan alias Ikrima. Kepastian itu disampaikan Kapolda Sulawesi Tengah Irjen Pol Rudy Sufaryadi yang juga Kepala Penanggungjawab kendali operasi Satgas Madago, Minggu (19/9/2021).

Dikatakan Rudy, sebelum baku tembak itu terjadi, pihaknya mendapatkan informasi adanya dua DPO sedang beraktivitas di sekitar Desa Astina, Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong. Mengingat waktu operasi pendek, pihaknya langsung mengerahkan dua tim untuk melakukan pengejaran di wilayah Torue.

Baca juga: Pimpinan Teroris Poso Ali Kalora Tewas dalam Baku Tembak

Dari pengejaran itu, terjadi baku tembak, dan dua DPO berhasil dilumpuhkan. Dari kegiatan operasi, Satgas Madago Raya mengumpulkan sejumlah barang bukti termasuk dua pucuk senjata laras panjang jenis M16 milik DPO.

“Penindakan dilakukan aparat sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) operasi,” ujar Rudy, dikutip dari Antaranews.com.

Saat ini, masih tersisa empat DPO teroris MIT. Aparat keamanan akan terus melakukan pengejaran dengan mengerahkan seluruh kemampuan personel dari berbagai satuan yang tergabung dalam Operasi Madago Raya. Ia juga menyebut, pemerintah dan kepolisian telah mengimbau mereka agar menyerahkan diri, namun kegiatan operasi tetap dan pengejaran terus dilaksanakan.

“Kalau para DPO ini menyerahkan diri, kami terima. Tetapi kegiatan operasi tetap berjalan, karena sepak terjang dan perbuatan kelompok ini sudah jelas,” ujar Rudy.

Dia juga meminta dukungan warga bersinergi dengan aparat keamanan untuk membasmi kelompok teror agar Sulawesi Tengah bebas dari terorisme. Keberhasilan melumpuhkan Pimpinan MIT, katanya, berkat kerja keras dan kegigihan personel dari berbagai kesatuan yang terlibat dalam operasi.

“Keberhasilan ini adalah keberhasilan kita semua. Saya berterima kasih dan bangga dengan satuan yang tergabung dalam kegiatan ini,” tambahnya.

Dilansir dari CNN Indonesia, adapun keempat orang DPO tersebut adalah Askar alias Jaid alias Pak Guru, Nae alias Galuh alias Mukhlas, Ahmad Gazali alias Ahmad Panjang, dan Suhardin alias Hasan Pranata.

 

Penulis: Zulkifli Fahmi
Editor: Zulkifli Fahmi
Sumber: Antaranews.com, CNN Indonesia

Comments
Loading...