Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Pimpinan Teroris Poso Ali Kalora Tewas dalam Baku Tembak

Dokumentasi sejumlah prajurit TNI AD saat memburu kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT), di Sulawesi Tengah, (1/12/2020). (ANTARA FOTO/Eddy Djunaedi)

MURIANEWS, Jakarta – Pimpinan teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT), Poso, Ali Ahmad alias Ali Kalora tewas dalam baku tembak dengan Satgas Madago Raya di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Kontak tembak itu terjadi pada Sabtu (18/9/2021) sekitar jam 17.20 WITA di Pegunungan Desa Astina, Kecamatan Torue.

Tak hanya Ali Kalora, insiten baku tembak juga menewaskan satu anggotanya, yakni Jaka Ramadan. “DPO diduga Ali Kalora dan Jaka Ramadhan, saat ini dalam perjalanan menuju TKP,” jelas Danrem 132 Tadulako, Brigjen TNI Farid Makruf, dikutip dari Antaranews.com, Minggu (19/9/2021).

Informasi tewasnya pimpinan teroris Posi itu juga dibenarkan, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono. Dia mengaku sudah mendapatkan informasi terkait itu.

“Pernyataan resmi akan disampaikan langsung oleh Kapolda Sulawesi Tengah Irjen Pol Rudy Sufahriadi di lokasi,” katanya.

Saat ini, Kapolda Sulawesi Tengah Irjen Pol Rudy Sufahriadi sedang menuju tempat kejadian perkara (TKP) yang menempuh jarak sekitar 100 km dari Kota Palu. “Malam ini infonya Kapolda akan konpers,” kata Argo.

Argo sendiri juga masih menunggu informasi resmi dari Polda Sulawesi Tengah tersebut. Termasuk juga kronologis baku tembak yang menewaskan pimpinan MIT Poso. Diketahui, Kelompok teroris MIT Poso yang dipimpin Ali Kalora telah masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) Polda Sulteng. “Saya masih menunggu juga,” kata Argo.

Pada pertengahan Juli lalu, Satgas Madago Raya yang terdiri atas personel TNI dan Polri, juga telah melakukan penindakan terhadap tiga orang DPO MIT Poso, Sulawesi Tengah yang tewas tertembak dalam baku tembak pada Minggu (11/7/2021) dan Sabtu (17/7/2021), kini jumlah kelompok sipil bersenjata tersebut tersisa enam orang.

Dengan tewasnya dua DPO MIT Poso, Satgas Madago Raya tinggal memburu empat orang lagi anggota kelompok lainnya, yakni Askar alias Jaid alias Pak Guru, Nae alias Galuh alias Mukhlas, Rukli, dan Suhardin alias Hasan Pranata.

 

Penulis: Zulkifli Fahmi
Editor: Zulkifli Fahmi
Sumber: Antaranews.com

Comments
Loading...