Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Oknum Ngaku Polisi Buka Paksa dan Rusak Penyegelan Tower di Mijen Kudus

Kades Mijen Singgih Wahyu Jatmiko menunjukkan gembok yang dirusak paksa oleh oknum yang mengaku anggota kepolisian. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

MURIANEWS, Kudus – Warga Desa Mijen, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus digegerkan dengan kedatangan delapan orang oknum yang mengaku sebagai anggota Polres Kudus, Kamis (16/9/2021) malam. Kedatangan mereka untuk membuka paksa tower telekomunikasi yang tengah disegel oleh warga setempat.

Diketahui tower telekomunikasi tersebut disegel warga pada Sabtu (11/9/2021) lalu. Lantaran pendirian tower tersebut tidak pernah disosialiasikan ke masyarakat.

Apalagi tower yang awalnya milik provider telekomunikasi tersebut kini telah dipindahtangankan ke pihak lain dan tower setinggi 75 meter itu dinilai sudah tak layak berdiri dan membahayakan.

Kepala Desa Mijen Singgih Wahyu Jatmiko membenarkan adanya delapan orang yang melakukan perusakan gembok gerbang, dan membuka paksa penyegelan tower tersebut. Menurutnya orang-orang itu juga mengaku dari aparat kepolisian.

“Saya dihubungi warga ada orang yang mau buka paksa tower. Saya sampai lokasi sudah ada beberapa warga juga dan kami temukan bukti gembok gerbang tower sudah rusak,” katanya, Jumat (17/9/2021).

Sejumlah oknum tersebut merusak gembok gerbang, dengan tujuan untuk membuka ruangan genset dan menghidupkan kembali tower yang disegel warga itu.

Hanya saja, saat warga banyak yang mendatangi lokasi tersebut kedelapan orang tersebut mengurungkan niatnya dan meninggalkan lokasi.

“Bilangnya dari polres, intervensi juga akan adanya anggota yang akan ke rumah. Tapi saya mintai bukti tugas tidak bisa, malah berubah lagi bilang dari pemilik tower yang sebelumnya. Saya langsung kroscek ke Kapolsek Kaliwungu dan bilangnya tidak ada dan jika benar polisi pasti prosedurnya tidak seperti itu,” jelasnya.

Baca: Tak Kantongi Izin, Tower Seluler di Barongan Kudus Akan Dibongkar

Ia menjelaskan, sebelumnya tower tersebut memang bermasalah dengan warga. Sebab, selain tidak ada sosialisasi, tower yang sudah berdiri sejak 2002 tersebut juga diduga tidak dilengkapi dengan dokumen perizinan yang lengkap.

“Pernah dimediasi. Hasil kesepakatan juga itu menyelesaikan dan menunjukkan perizinan pada 7 September 2021 dan kesepakatan sempat diperpanjang sampai 10 September 2021. Akhirnya warga sepakat menyegel dan mematikan genset tower tersebut,” ungkapnya.

Terpisah, Kapolres Kudus AKBP Aditya Surya Dharma mengaku belum mendapat laporan adanya oknum yang mengaku sebagai anggotanya dan membuka paksa gerbang tower telekomunikasi itu.

“Saya belum dapat laporannya dari polsek. Saya denger saja, tapi belum ada laporan masuk. Nanti saya cek dulu,”ujarnya.

Pihaknya akan mendalami jika memang ada oknum yang mengaku sebagai anggota Polres Kudus itu. Jika terbukti pihaknya akan menindak tegas oknum tersebut.

 

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...