Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Barcelona Rugi 481 Juta Euro Tahun Lalu

Direksi Barcelona dibawah Joan Laporta mengumumkan kerugian Barca ditahun terakhir mencapai Rp8,6 Triliun. (facebook.com/fcbarcelona)

MURIANEWS, Barcelona- Tim Raksasa Catalan memastikan telah mengalami kerugian sepanjang tahun 2000-2021. Di tengah kungkungan pandemic covid-19, Direksi Barcelona menyampaikan ada kerugian senilai 481 juta Euro.

Kerugian yang diderita Barcelona ini nilainya jika dirupiahkan mencapai kurang lebih Rp8 Triliun. Angka diini diungkapkan Marca, setelah Barcelona menggelar Rapat Direksi pada awal pekan ini.

Menurut laporan Marca, Rapat Direksi juga diketahui telah menyampaikan anggaran untuk musim ini. Nilainya disebutkan mencapai 755 juta euro atau sekira Rp12,6 triliun. Selanjutnya angka-angka ini akan dibahas dalam Rapat Pemegang Saham, yang disebut akan digelar pada 16 dan 17 Oktober mendatang.

Beberapa hal dibahas dalam rapat Direksi yang dipimpin Presiden Klub Joan Laporta. Diantaranya terkait Due Diligence, atau investigasi keuangan yang dilakukan Barca sejak Laporta menduduki jabatan periode keduanya.

BACA JUGA: Barcelona Butuh 5 Sampai 10 Tahun Untuk Pulih

Selain itu, usulan untuk merubah Anggaran Dasar Rumah Tangga Barcelona juga dibahas. Usulan yang muncul adalah melakukan pembatasan masa jabatan bagi mandate Dewan Pengawas, menjadi hanya lima tahun.

Usulan dan laporan-laporan yang sudah disusun Direksi Barcelona nantinya akan dibahas bersama dengan para anggota Dewan Pengawas. Pelaksanaannya akan digelar pada Oktober, pada saat bersamaan Barcelona akan bertanding menghadapi Valencia.

Sedangkan terkait dengan issu pemecatan pelatih Barcelona, Ronald Koeman, sama sekali tidak dibahas dalam rapat tersebut. Sebelumnya Koeman diisukan akan dipecat menyusul kekalahan Barcelona dari Bayern Munchen, di Liga Champions.

Langkah pemecatan terhadap Koeman akhirnya tidak menjadi bahasan dalam jajaran direksi. Diduga ada banyak hal yang menjadi pertimbangan kenapa hal itu tidak dilakukan.

Paling utama adalah masalah biaya yang harus ditanggung Barcelona. Perubahan di ruang ganti Barcelona, dipastikan akan memakan biaya besar. Hal itu tentu tidak akan sejalan dengan kekuatan financial Barcelona yang ada saat ini.

Penulis: Budi erje
Editor: Budi erje
Sumber: Marca

Comments
Loading...