Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Pati Akan Berlakukan Tes HIV/AIDS Bagi Calon Pengantin

Bupati Pati Haryanto (kanan) memberikan keterangan kepada wartawan. (MURIANEWS/Cholis Anwar)

MURIANEWS, Pati – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati saat ini tengah menggodok regulasi terkait tes HIV/AIDS bagi warga yang hendak menikah. Hal ini untuk meminimalkan risiko penularan pada calon pengantin maupun pada anaknya kelak.

Bupati Pati Haryanto mengatakan, sejauh ini meskipun belum ada regulasinya, sudah ada dua kecamatan yang menerapkan tes HIV/AIDS kepada calon pengantin, yakni di Kecamatan Batangan dan Cluwak.

Kendati demikian, hal ini merupakan langkah yang patut diapresiasi karena merupakan kebijakan yang bagus.

“Rencananya akan kami berlakukan di semua kecamatan. Karena itu, kami akan siapkan regulasi berupa Perbup (Peraturan Bupati), sebagai tindak lanjut dari Perda HIV yang sudah ada. Pada dasarnya kami hendak melakukan cek dan ricek dari awal, sebagai antisipasi penularan,” katanya, kamis (16/9/2021).

Pihaknya pun sudah mulai memetakan  kemungkinan adanya pro dan kontra di lingkungan masyarakat terkait pemberlakuan kebijakan tersebut. Namun, apabila tidak disikapi sejak dini, dikhawatirkan justru akan menjadi penularan yang semakin banyak.

“Ini berpotensi menimbulkan pro-kontra. Sebab kemungkinan timbul dampak sosial tertentu. Misalnya, ketika calon mempelai dites dan terdeteksi positif AIDS, boleh jadi justru mereka membatalkan pernikahan. Namun terkait HIV/AIDS ini memang harus ada keterbukaan di antara calon pengantin. Tujuannya supaya menghindari penularan pada pasangan dan keturunan,” tegasnya.

Sementara, Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Pati Joko Leksono Widodo mengatakan, deteksi dini HIV bagi calon pengantin memang diperlukan untuk menekan risiko penularan pada anak.

Baca: Miris! Sudah Ada 444 Warga Grobogan Meninggal Akibat HIV/AIDS

Dia menyebut, sudah ada studi yang menunjukkan bahwa ibu hamil yang minum obat antiretroviral (ARV) tidak akan menularkan HIV pada anaknya. Hal inilah yang menegaskan kenapa pentingnya dilakukan pemeriksaan agar tidak menular ke anak.

Adapun saat ini, sebut dia, dari 21 kecamatan di Pati, tidak ada satupun yang bersih dari kasus HIV/AIDS. Lima di antaranya dikategorikan zona merah karena memiliki jumlah kasus HIV/AIDS di atas 10. Kelima kecamatan tersebut, yakni Margorejo, Pati Kota, Jakenan, Juwana, dan Batangan.

Sedangkan kecamatan yang tergolong zona hijau, yakni kasusnya di bawah 5, jumlahnya ada empat, yakni Kecamatan Sukolilo, Kayen, Tambakromo, dan Wedarijaksa. Selain kecamatan zona merah dan hijau, selebihnya merupakan zona kuning, yakni memiliki jumlah kasus antara 5 sampai 10.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...