Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Pencabulan dan Penipuan Online Paling Banyak Terjadi di Jepara

ILUSTRASI

MURIANEWS, Jepara – Selama masa pandemi, angka kriminalitas di Kota Ukir meningkat tajam. Polres Jepara menilai tindak kriminal berupa pencabulan, dan penipuan berbasis online menjadi kasus yang paling tinggi terjadi.

Hal itu dikatakan oleh Kasatreskrim Polres Jepara, AKP M Fachrur Rozi, Kamis (16/9/2021). Pihaknya menyebut, selama tahun ini, jumlah aduan kasus penipuan online sudah mencapai 200 kasus.

“Kejahatan berupa penipuan online ini paling banyak aduannya. Sampai hari ini ada 200-an aduan. Sedangkan, untuk kasus pencabulan sekitar 67 aduan,” kata AKP Rozi.

Terkait dengan penipuan online, Rozi menyatakan ada banyak modus. Yakni pinjaman online, arisan online, telepon keluarga bermasalah, minta kode one time password, bukti transfer palsu, brand bagi-bagi hadiah atau voucher, hingga video cal sex.

“Ada banyak modus soal penipuan online ini. Dan modusnya selalu baru,” ungkap Rozi.

Sedangkan, untuk pencabulan, biasanya pelaku bermodus melakukan bujuk rayu, paksaan, pergaulan, atau kurang pengawasan. Terkait dengan pencabulan, Rozi menegaskan tidak akan berdamai dengan pelaku.

“Setiap kali saya menemui kasus pencabulan, saya tidak pernah mau berdamai. Pasti saya masukkan (ke penjara, red),” tegas Rozi.

Baca: Begini Modus Investasi Bodong di Mlonggo Jepara yang Tengah Diusut Polisi

Selain kedua kasus tersebut, di Kabupaten Jepara juga masih banyak tindak pidana penyalahgunaan narkotika. Modusnya coba-coba, adiksi, masalah ekonomi, dan pengaruh lingkungan.

Rozi menambahkan, kasus-kasus lain yang menjadi sorotan Polres Jepara adalah tindak pidana pencurian dan praktik penyampaian kabar bohong atau hoaks di media sosial.

“Kami imbau masyarakat bisa lebih bijak saat bertindak. Kami akan pantau terus tindakan masyarakat yang berpotensi kriminal,” tandas Rozi.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...