Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Hasil Panen Untung, Petani Kacang Hijau Kudus Bahagia

Petani tengah memanen kacang hijau di Desa Larikrejo, Kecamatan Undaan, Kudus. (MURIANEWS/Istimewa)

MURIANEWS, Kudus – Para petani kacang hijau di Kabupaten Kudus khususnya di Desa Larikrejo, Kecamatan Undaan, Kudus tengah merasakan untung yang lumayan dari hasil penjualan kacang hijau panenannya pada tahun ini.

Setelah pada tahun lalu, mereka bisa dikatakan lumayan merugi, karen harga jualnya pada saat itu di bawah standar. Saat ini sendiri, harga jual kacang hijau dari petani dibanderol dengan nilai Rp 17 ribu. Sementara pada tahun lalu, per kilogramnya hanya laku dengan harga Rp 12.300.

“Akhirnya jerih payah kami menuai hasil, harganya sedang bagus juga. Naik turun di angka Rp 17 ribu per kilonya,” kata salah satu petani Sulin (60).

Petani lainnya, Handoko, mengatakan jika para petani mendapat bantuan benih kacang hijau dari Kementerian Pertanian dari alokasi APBN sebanyak 2.250 kilogram. Dengan jenis varietas vima 1. Varietas ini memiliki keunggulan lebih cepat panen dibanding varietas yang lain.

Benih tersebut kemudian ditebar dan mampu mencakup luasan tanam di 90 hektare. Sementara lahan di Desa Larikrejo luas pertaniannya ada seluas 202 hektare.

“Benih dari varietas vima 1 ini ditanam, 55 hari kemudian sudah berani panen,” kata dia yang juga sebagai pengurus Gabungan Kelompok Tani Larikrejo.

Baca: Harga Menjanjikan, Petani di Kudus Diajak Tanam Kacang Hijau

Di Larikrejo, lanjut dia, juga ditanam varietas lainnya, yakni varietas dragon. Namun masa panennya mencapai 65 hari sejak masa tanam.

“Itu masih cepat hitunganya, petani diuntungkan. Biasanya usai panen, air sudah mulai tersedia petani langsung bisa menggantinya ke tanaman padi,” jelas dia.

Untuk diketahui, satu hektare lahan sawah mampu menghasilkan 1,4 ton kacang hijau. Sementara biaya perawatan per hektarenya hanya berkisar di Rp 3 jutaan plus ongkos panen untuk biaya sewa combine harvester atau mesin pemanen.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...