Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Jembatan Kesambi Kudus Sering Dipenuhi Sampah, Kades Sebut Itu Kiriman

Petugas BPBD Kudus beserta warga membersihkan sampah yang di Jembatan Tiga Desa Kesambi, tahun lalu. (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Jembatan di Desa Kesambi, Kecamatan Mejobo, Kudus sering dipenuhi sampah setiap kali musim hujan. Sampah-sampah ini selalu menjadi biang banjir, karena menyumbat jembatan.

Kepala Desa Kesambi Mokhamad Masri menyebut jika sampah tersebut bukan berasal dari daerahnya, melainkan kiriman dari daerah atas.

Masri membenarkan jika jembatan 1, jembatan 2, dan jembatan 3 di Desa Kesambi memang sering dipenuhi sampah.

Menurutnya, sampah yang sering menjadi biang keladi menyumbat jembatan merupakan sampah berupa kayu, batang pohon, dan bambu yang notabene tidak ada di wilayahnya.

Baca: Jembatan Tiga Desa Kesambi Penuh Sampah, BPBD Kudus dan Relawan Turun ke Sungai Piji

Masri menyebut sampah itu berasal dari daerah atas. Seperti Desa Hadipolo, Desa Tenggeles, Desa Golantepus, dan Desa Hadiwarno.

“Di sekitar jembatan 1, 2, dan 3 itu tidak ada pohon besar atau bambu yang sering menumpuk di jembatan saat banjir tiba. Artinya sampah itu bukan dari warga Kesambi. Tetapi kiriman dari desa di bagian atas,” katanya, Rabu (15/9/2021).

Menurut penjelasannya, total ada 32 jembatan yang dialiri Sungai Piji Satu dan Sungai Piji Dua. Untuk jembatan yang dilewati Sungai Piji 1 satu yang melintasi desanya ada 15 jembatan.”Yang paling rawan sampah menumpuk itu ada jembatan satu, dua, dan tiga,” terang dia.

Menurut dia sampah terjebak pilar jembatan, sehingga menumpuk dan menyebabkan aliran sungai meluber ke permukiman.

Baca: Awas Banjir, Tumpukan Sampah Sumbat Aliran Sungai Piji Kudus

Dia merinci beberapa jembatan yang terdapat pilar penyangga. Yakni ada di jembatan satu hingga empat. Kemudian di jembatan lima ada pilar, namun terletak di bagian samping.

“Jembatan enam tidak ada pilarnya karena merupakan jembatan baru, usianya masih empat tahun. Kemudian di jembatan tujuh sampai sepuluh ada pilarnya. Kemudian jembatan sebelas sampai 15 ada pilarnya tapi di samping,” ujarnya.

Saat ini upaya yang dilakukan olehnya yakni meminta warga agar tidak ikut-ikutan membuang sampah ke sungai. Pihaknya juga rutin mengadakan gotong-royong bersih-bersih sampah.

“Saya juga imbau warga saya agar waspada ketika musim hujan tiba. Selain itu saya juga koordinasi dengan teman-teman yang di bagian atas. Kalau di sana hujannya besar saya minta dikabari supaya kami juga bisa siap-siap mengantisipasi,” pungkasnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...