Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Tiga Pekan Berjalan, Sekolah Tatap Muka di Jepara Dievaluasi

Pembelajaran tatap muka di Kabupaten Jepara. (MURIANEWS/Faqih Mansur Hidayat)

MURIANEWS, Jepara – Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas di Kabupaten Jepara sudah berjalan selama tiga pekan. Sejumlah evaluasi dilakukan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) untuk memastikan PTM berjalan dengan lancar.

Kepala Disdikpora Jepara Agus Tri Harjono, memastikan PTM di tingkat SMP ke bawah dinilai aman. Indikator utamanya yakni sampai kini tidak ada laporan adanya siswa, guru, atau pegawai sekolah yang terkonfirmasi positif Covid-19.

“Sampai hari ini belum ada laporan yang terkonfirmasi positif (Covid-19, red). Semua berjalan dengan lancar,” kata Agus, Rabu (15/9/2021).

Selama tiga pekan ini, lanjut Agus, seluruh sekolah masih menerapkan sistem sif untuk pembagian waktu masuk siswa di kelas. Dalam sehari maksimal empat jam pelajaran. Masing-masing mata pelajaran diberi durasi waktu maksimal 30 menit.

“Sepekan terakhir ini kan, mid semester. Jadi PTM diganti ujian tengah semester. Jadi setelah ujian langsung pulang. Enggak begitu rawan,” ujarnya.

Pihaknya menyebut, semua SMP dan SD di Kabupaten Jepara sudah menjalankan PTM terbatas. Meski begitu, jika ada wali murid yang masih tidak mengizinkan anaknya ikut PTM, pihak sekolah tidak boleh memaksakan kehendak.

Baca: Sepekan PTM di Jepara Diklaim Sukses, Disdik: Nilainya 80 ke Atas

Bagi Agus, izin wali murid menjadi syarat utama bagi siswa dalam mengikuti PTM.

“Kalau enggak memberi izin enggak apa-apa. Kita tetap layani pembelajaran secara daring,” ujar Agus.

Ia menambahkan, sampai saat ini pihaknya masih tak mau mengendorkan aturan soal pelaksanaan protokol kesehatan (prokes).

Kepada seluruh sekolah, Agus memerintahkan agar tetap menggunakan sistem sif. Jadi, tidak boleh ada sekolah yang memaksa memasukkan siswa di kelas dalam kapasitas penuh.

 

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...