Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Penderitaan Barca Berlipat-Lipat di Camp Nou

Coutinho masih belum bisa membawa Barca ke arah lebih baik. (facebook.com/fcbarcelona)

MURIANEWS, Barcelona- Tim Barcelona menghadapi bayang-bayang kemerosotan kualitas permainan. Sejak kalah 2-8 dari Bayern Muenchen di Lisbon, 14 Agustus 2020, tanda-tanda penurunan level permainan mulai tampak, dan berlanjut hingga saat ini.

Bertemu Bayern Muenchen kembali di penyisihan Grup E, mereka tunduk 0-3 di kandang mereka sendiri. Penderitaan Barcelona berlipat-lipat dalam pertandingan ini. Tidak hanya gagal mengambil kemenangan, mereka juga diolok-olok pendukungnya sendiri.

Di Camp Nou, Rabu (15/9/2021) dinihari WIB tadi, Koeman memainkan skema 3-5-2, dengan menempatkan debutan Luuk de Jong di depan bersama Memphis Depay. Koeman jelas memiliki misi, untuk tidak membiarkan Bayern mengambil inisiatif menyerang sejak awal.

Barcelona, muncul menekan di menit awal, dan sempat membuat Bayern terkejut. Bahka Franky De Jong membuat sebuah peluang di menit ke-4, sebelum dijatuhkan Kimmich dengan bayaran kartu kuning.

Namun hanya dalam 10 menit saja, Barcelona mampu memberikan sesuatu yang mumpuni. Selebihnya, pemain-pemain asuhan Nagelsmann mulai mampu mengontrol situasi. Leroy Sané sudah akhirnya membuat mereka unggul 1-0 pada meniy ke-18.

Pelan namun pasti, bagian tengah Bayern mulai ‘memakan’ Barcelona. Ini membuat pasukan Koeman harus sering bergerak mundur. Kecepatan pemain-pemain Bayern pada akhirnya membuat ketakutan para pemain Barcelona.

BACA JUGA: Manchester United dan Barcelona Menderita

Ketika tim-tim lain kalah dalam penguasaan bola, dan biasanya memilih bertahan untuk menghindari gol, maka tidak demikian dengan Barcelona. Mereka telah memikiki cirikhas yang tidak bisa dirubah. Mereka tetap mengejar bola, seperti yang diharapkan tim Jerman itu.

Seperti yang diharapkan, gol kedua Bayern datang di menit ke-55, Lewandowski menuntaskan rebound hasil tendangan Musala yang membentur tiang. Ketinggalan 0-2 membuat Barcelona mulai mendapatkan tanda-tanda kehancurannya.

Koeman, yang mungkin sadar timnya tidak bisa berbuat apapun, memilih memasukan pemain-pemain belia mereka. Gavi dan Demir masuk menggantikan Busquets dan Sergi Roberto.

Selanjutnta Koeman juga menarik Mingueza dan Coutinho dengan memasukan Eric García dan Luuk de Jong. Usaha itu tidak memberi dampak, karena Bayern tetap menguasai permainan sepenuhnya. Tidak ada tembakan ke gawang Bayern.

Bayern justru berhasil menambah gol, di lima menit pertandingan berakhir. Lagi-lagi Lewandowski. Sementara Barca melengkapi penderitaanya ketika harus mendapati bek kanan andalannya Jordy Alba mengalami cidera.

Salah satu kapten Barcelona ini meminta diganti setelah merasa tak nyaman kakinya usai melakukan sprint melawan pemain Bayern. Alba diganti Alejandro Balde, pemain La Masia berusia 18 tahun.

Penulis: Budi erje
Editor: Budi erje
Sumber: Marca

Comments
Loading...