Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Manchester United Kalah Solskjaer Marah

Manchester United kalah, Solskjaer marah. Pogba gontai melangkah. (facebook.com/ChampionsLeague)

MURIANEWS, London- Klub Manchester United yang baru ‘berbulan madu’ dengan Ronaldo menerima hasil buruk. Di pertandingan Grup F Liga Chmapions mereka secara mengejutkan dihajar Young Boys, Swiss, Rabu (15/9/2021) dinihari WIB.

Pelatih MU, Ole Gunar Solskjaer marah dengan hasil ini. Mantan pemain MU asal Norwegia ini ini memperingatkan para pemainnya agar belajar dari kesalahan mereka di Eropa jika mereka tak ingin tersingkir di Liga Champions lebih awal .

MU memang masih punya banyak waktu untuk bangkit, karena masih ada lima pertandingan tersisa di Grup F. Namun Ole Gunar Solskjaer dengan jelas meminta agar para pemain lebih memiliki disiplin yang baik.

Ini terutama dihubungkan dengan munculnya kartu merah bagi Aaron Wan-Bissaka dan kesalahan Jesse linggard. Kekalahan 1-2 dari Young Boys ini bukan soal kualitas, tapi soal disiplinitas pemain.

“Disiplin adalah bagian besar dari permainan sepak bola secara umum, bukan hanya Liga Champions. Kurangnya konsentrasi, anda membuat kesalahan dan anda selesai. Kami melakukannya tahun lalu, kebobolan dua serangan balik yang ceroboh melawan Basaksehir dan kalah dalam pertandingan itu di detik-detik terakhir hari ini,” ujarnya penuh kemarahan.

BACA JUGA: Manchester United dan Barcelona Menderita

“Jadi kami tahu kami telah memberi diri kami tugas yang lebih sulit. Kami melakukannya tahun lalu ketika semua orang mengira kami lolos setelah dua pertandingan, tambahnya.

Kekalahann ini membuat MU memang kehilangan tiga poin. Namun dalam perhitungannya, peluang bagi MU masih ada, dengan sisa lima pertandingan di Gruf F. Semuanya harus dimenangkan MU jika ingin lolos.

“Anda membutuhkan 10 atau 12 poin, caranya dengan memenangkan seluruh pertandingan kandang dan satu pertandingan tandang. Kami kehilangan kesempatan untuk mendapatkan tiga poin, tapi kami punya dua pertandingan kandang berikutnya dan harus fokus pada dua itu,” ujarnya lagi.

Tentang kartu merah yang diberikan untuk Aaron, Solskjaer menyatakan dirinya bisa memahami. Aaron bisanya adalah pemain yang mampu melepas takle dengan cerdik. Pemain ini merupakan salah satu yang terbaik untuk urusan takle. Kali ini Aaron melakukannya agak terlalu jauh.

“Aaron biasanya adalah seorang tackler yang sangat cerdik, salah satu yang terbaik di dunia, tetapi dia melakukan sentuhan yang terlalu jauh. Itu tidak pernah menjadi tekel yang berbahaya karena dia memukulnya di bagian depan kakinya,” bela Solskjaer.

Penulis: Budi erje
Editor: Budi erje
Sumber: Daily Mail

Comments
Loading...