Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Skenario ‘Babi Ngepet’ Adam Ibrahim Terungkap, Jaksa: Dibeli Secara Online Buat Pansos

Ustaz Adam Ibrahim pelaku hoaks babi ngepet di Depok. (Bagus/detikcom)

MURIANEWS, Depok – Masih ingat Adam Ibrahim yang heboh karena mengaku menangkap babi ngepet atau babi jadi-jadian di Depok, pada akhir April lalu. Saat itu jagat maya dihebohkan dengan penangkapan babi ngepet tersebut. Namun, ternyata itu hanya skenario Adam Ibrahim untuk pansos (panjat sosial) atau cari ketenaran saja.

Itu terungkap di Pengadilan Negeri Depok saat sidang kasus yang menyeret Adam Ibrahim. Menurut Jaksa, Adam Ibrahim telah sengaja menyiarkan berita bohong mengenai babi ngepet itu. Padahal, babi yang disebutnya telah ditangkap tersebut, ternyata dibelinya dengan harga Rp 500 ribu.

“Bahwa dengan sengaja terdakwa menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong mengenai rekayasa adanya babi jadi-jadian (babi ngepet) atau babi pesugihan tersebut maksud serta tujuan terdakwa adalah untuk mendapatkan ketenaran dan dikenal secara viral karena Terdakwa telah berhasil menangkap seekor babi jadi jadian (babi ngepet) atau babi pesugihan tersebut,” ungkap jaksa Putri Dwi Astrini, dikutip dari Detikcom, Selasa (14/9/2021).

Peristiwa penangkapan babi ngepet itu hanyalah akal-akalan Adam Ibrahim sendiri. Nyatanya, babi itu adalah babi biasa yang dibeli Adam secara online.

“Yang sebenarnya seekor babi yang berhasil ditangkap tersebut bukanlah seekor babi jadi-jadian (babi ngepet), melainkan adalah seekor babi hutan hidup berwarna hitam yang terdakwa dapatkan/terdakwa beli secara online melalui media sosial Facebook di Group PASMOR seharga Rp 500 ribu dengan transaksi secara COD (cash on delivery) di daerah Puncak Cianjur,” ucap jaksa.

Karena itu, Adam Ibrahim didakwa Pasal 14 ayat 1 atau 2 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

“Sehingga dengan adanya berita yang dibuat oleh terdakwa tersebut akibat atau dampak yang dirasakan oleh masyarakat yaitu masyarakat menjadi resah, gaduh, dan tidak nyaman serta tidak merasa tenang karena terdakwa membuat berita yang menciptakan pemikiran di kalangan masyarakat bahwa babi jadi-jadian atau babi ngepet itu adalah benar dan nyata ada,” pungkas jaksa Putri.

 

Penulis: Zulkifli Fahmi
Editor: Zulkifli Fahmi
Sumber: Detikcom

Comments
Loading...