Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Balar Teliti Situs Pemujaan Peninggalan Hindu-Buddha di Tempur Jepara

Tim Balar Yogyakarta melakukan penelitian di situs Mahkaman, di Desa Tempur Jepara. (MURIANEWS/Faqih Mansur Hidayat)

MURIANEWS, Jepara – Pegunungan Muria, khususnya di wilayah Jepara menyimpan berbagai peninggalan bersejarah. Selama beberapa hari terakhir, Balai Arkeologi (Balar) Yogyakarta melakukan penelitian dan ekskavasi di kawasan tersebut.

Hery Priswanto, Peneliti Ahli Muda Balar Yogyakarta, mengatakan pada penelitian kali ini, pihaknya menitikberatkan pada peninggalan-peninggalan arkeologi yang bercorak Hindu-Buddha. Ada beberapa situs yang secara khusus diteliti. Seperti Candi Angin, Candi Bubrah, Candi Aso, dan Mahkaman.

“Yang sangat bagus kondisinya, artinya yang master peace di Muria itu adalah Candi Angin dan Candi Bubrah,” kata Hery, Selasa (14/9/2021).

Diketahui, Candi Angin sudah dikenal banyak orang sebagai tempat pemujaan atau peribadatan. Lokasinya berada di Puncak Candi Angin. Sejauh ini, Candi Angin diperkirakan peninggalan Kerajaan Majapahit.

Sedangkan, untuk situs Mahkaman, Hery baru mendapatkan informasi itu dari masyarakat pada 5 September lalu. Sehingga, perlu dilakukan penelitian lebih khusus pada situs tersebut.

Baca: Ada Lambang Cakra di Situs Watu Payon Pati, Bukti Pengaruh Hindu?

Hery menjelaskan, situs tersebut berada di Puncak Mahkaman. Berbeda dengan di kawasan Candi Angin yang memiliki struktur batu, situs Mahkaman berstruktur bata. Tebalnya antara delapan sampai sembilan sentimeter.

“Kita berhasil naik ke lokasi Mahkaman. Informasinya banyak dijumpai situs yang berstruktur bata. Dugaannya, itu peninggalan masa Mataram Kuno,” jelas Hery.

Ia menambahkan, pihaknya masih akan melakukan penelitian lebih mendalam di wilayah Muria bagian utara. Terutama di Jepara dan Pati. Sebab, diyakini masih ada banyak situs-situs arkeologi yang masih tersembunyi di belantara Muria.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...